FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Kunjungi Pengungsian, Pemkot Pekalongan Cek Logistik Korban Banjir

KBRN, Pekalongan : Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) setempat memastikan, kebutuhan logistik bagi korban banjir dan rob terpenuhi dengan baik. 

Seperti diketahui, sepekan ini akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, membuat sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan masih tergenang banjir dan rob. Tidak hanya itu, beberapa warga juga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat pengungsian yang telah disediakan baik di aula kecamatan maupun kelurahan setempat karena air mulai masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, pemerintah langsung merespon cepat akan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi maupun korban banjir rob yang masih bertahan di rumahnya masing-masing.

Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan,Yos Rosyidi SIP MSi menjelaskan, meski intensitas curah hujan tidak begitu tinggi, namun beberapa wilayah di Kota Pekalongan ini berbentuk cekungan,sehingga menyebabkan banjir di beberapa tempat dan beberapa warga terpaksa mengungsi diantaranya di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, dan wilayah Celumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

“Bagi warga yang mengungsi sejak hari pertama yterjadinya banjir,dalam seminggu ini semua kebutuhan kami cukupi,baik makanan dan minuman dari Dinsos-P2KB. Tidak hanya itu,kami juga sudah memberikan logistik lainnya baik popok (pampers) bayi dan lansia, obat-obatan seperti minyak kayu putih, obat anti masuk angin, obat diare dan sebagainya,” tutur Yos, Senin (29/11/2021).

Disampaikan Yos, memang ada sebagian korban banjir yang tidak mau mengungsi dan memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing,salah satunya di daerah Pasirsari. Namun demikian, dari hari kemarin dan siang ini,pihak Dinsos-P2KB akan mendistribusikan bantuan logistik baik berupa bantuan beras, mie instan, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Mengingat dengan adanya banjir ini memang ada beberapa warga yang tidak bisa melakukan aktivitas seperti memasak.

“Kemarin sudah kami dropping bantuan logistik melalui kelurahan,masing-masing satu RW kami berikan bantuan 1 kwintal beras, mie instan, dan lain-lain,sehingga diharapkan dengan adanya bantuan ini,masing-masing RW bisa membuat dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makanan disana. Kami juga akan senantiasa cukupi dapur umum yang didirikan warga tersebut dengan sejumlah logistik dari Dinas Sosial. Kalau mereka membutuhkan apa,kita siap dan akan tambah pemenuhan kebutuhannya,” ungkapnya.

Yos menyebutkan, di Dinsos-P2KB sendiri masih ada stok beras 30 ton, tetapi puluhan ton beras tersebut bisa diambil jika ada pernyataan Tanggap Darurat Bencana dari pemerintah. Sebelum ada pernyataan tersebut, maka puluhan ton beras itu belum bisa disalurkan.

Adapun, distribusi logistik bagi korban bencana banjir yang sudah disalurkan Dinsos-P2KB yakni nasi bungkus untuk pengungsi sebanyak 1.915 bungkus, logistik untuk dampur umum warga diantaranya beras  1.150 kg, mie instan sebanyak 103 dus, minyak goreng 72 liter, kayu putih 4 lusin, pampers 3 dus. Sementara untuk bantuan dari Kemensos RI yaitu 120 paket makanan anak, 16 paket kidsware, 5 paket foodware, 20 paket family kit, 15 unit kasur,dan 20 unit tenda gulung (terpal).

“Sehingga, kami kemarin menggunakan dana reguler di Dinsos-P2KB yang memang terbatas untuk makanan dan sebagian lagi untuk logistik lainnya. Seperti di wilayah Pasirsari sudah kami bantu, kebetulan ada bantuan dari Kemensos seberat 1 ton beras kami distribusikan kesana,karena di wilayah itu salah satu wilayah terdampak cukup parah dalam bencana banjir rob kali ini,”tandasnya.(Miftachudin - Pekalongan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar