Sekolah Berpotensi Jadi Klaster Baru, PTM Wajib Terapkan Prokes

KBRN, Batang : Para guru dan peserta didik diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, karena sekolah berpotensi untuk menjadi klaster penularan Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Jawa Tengah Budiyanto EP menyampaikan, seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan manajemen sekolah berupaya mengarahkan peserta didik untuk mematuhi prokes.

“PTM terbatas di Jawa Tengah sudah berjalan selama dua bulan dengan tetap mengedepankan prokes. Jadi dalam pelaksanaan PTM, jumlah siswa yang diizinkan hanya 30 persen, namun apabila ada kelas khusus seperti XII, diizinkan lebih dari 30 persen atau sesuai kebijakan sekolah masing-masing,” terangnya, saat meninjau proses PTM, di ruang praktik SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (14/10/2021).

Ia menegaskan, pengawasan lebih diintensifkan ketika menjelang jam masuk dan setelah jam pulang sekolah, karena justru anak cenderung berkerumun.

“Kami usahakan jangan sampai mereka menunggu terlalu lama dan siangnya dilakukan pemantauan agar segera pulang ke rumah,” imbaunya.

Peserta didik yang berkerumun memang masih ada, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Belakangan ini kami lebih mengutamakan tindakan persuasif untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah.

“Kalau di awal pandemi, penindakan yang dilakukan sesuai peraturan kepala daerah dalam penegakan hukumnya. Tapi sekarang ini Gubernur Ganjar Pranowo memerintahkan bupati dan walikota untuk lebih persuasif,” tegasnya.

Kepala SMKN 1 Kandeman, Suyanta mengatakan, operasi gabungan ini sangat mendadak, sehingga dapat melihat kondisi realita dalam proses pembelajaran anak didik.

“PTM terbatas ini sudah kami persiapkan sebaik-baiknya. Peserta didik yang hadir di sini hanya 30%, dan sebelumnya sudah menggelar simulasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia memastikan, bagi sekolah yang belum pernah menggelar simulasi, belum diizinkan melaksanakan PTM terbatas.

“Tata kelola sekolah sudah kami tata dengan baik, prokes sudah diatur sejak siswa masuk hingga jam pulang sekolah. Sehingga PTM ini bisa berjalan dengan lancar dan siswa tetap sehat,” harapnya.

Untuk menjaga agar tidak terpapar Covid-19, seluruh warga sekolah mengikuti swab antigen sejak proses simulasi hingga PTM terbatas.

“Alhamdulillah semuanya negatif Covid-19. Saat ini pun jangan sampai ada yang terpapar virus tersebut,” bebernya.

Ia menambahkan, warga sekolah yang akan mengikuti kegiatan PTM di sekolah wajib mengisi data pada aplikasi Monika untuk mengisi kondisi kesehatan.

“Bagi siswa yang akan mengisi data cukup mengisikan Nomor Induk Siswa Sekolah (NISS) sedangkan guru dan karyawan sekolah mengisikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebelum menjawab beberapa pertanyaan pada kolom yang tersedia,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00