RRI Lelang Hasil Lukisan Bagi Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

KBRN,Semarang : Momentum Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2021 dalam situasi pandemi Covid-19, membuat Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI menggelar rangkaian kegiatan ditengah keterbatasan. RRI memberikan ruang kreativitas bagi anak usia SD hingga SMP, dengan menyelenggarakan lomba melukis dan bercerita untuk merangsang mereka dalam berkarya. 

Lomba mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, lomba tersebut digelar seiring minimnya ruang berkreasi bagi anak di masa pandemi. Padahal, anak sebagai generasi penerus harus terus tumbuh dan berkembang lewat pelampiasan dengan sarana lukisan, serta menumbuhkan intelektualitas verbal untuk menstimulus otak sedini mungkin.

“Hal ini kami tangkap bersama DP3A, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang, ada juga Gercep sama-sama menyatukan persepsi dan menyelenggarakan even HAN di Kota Semarang,” jelas Kepala LPP RRI Semarang, Nazwin Achmad, Jumat (17/9/2021).

Selanjutnya, hasil karya lukisan dari peserta terpilih di lelang pada puncak perayaan Hari Anak Nasional di Kota Semarang bagi anak yatim piatu korban Covid-19. Sebab, momen HAN bertujuan untuk menumbuhkan empati serta perhatian bagi tumbuh kembang anak, utamanya untuk mengembalikan mental dan  semangat hidup bagi mereka yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.  

“Even Hari Anak Nasional memberikan perhatian bagi tumbuh kembang anak, baik jiwa, mental, dan spirit, berkembangnya pola pikir anak. Lukisan terjual dan terkumpul Rp 15 juta, diserahkan kepada DP3A," imbuhnya. Tujuan utama lelang ini untuk membantu sesama di masa Covid-19. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang Rahma Defi mengapresiasi  donasi yang disalurkan RRI untuk 850 anak yang menjadi yatim piatu lantaran orang tuanya meninggal terpapar covid-19.

“Menyampaikan banyak terimakasih atas donasi yang diberikan dari RRI untuk gugus tugas covid-19 yang di amanahkan untuk anak-anak. Selama pandemi tercatat ada 850 an anak yang menjadi yatim piatu. Donasi ini paling tidak akan meringankan pendidikan ataupun mencukupi kebutuhan hidup,” kata dia mewakili Gugus Tugas Covid-19 Kota Semarang

Hal senada di ungkapkan Ketua Gercep Kota Semarang I Geda Ananta Wijaya Putra, ajang kreativias sebagai pelecut dalam menemukan jati diri anak juga sebagai bentuk aksi sosial penggalangan dana dalam bentuk lelang untuk mengentaskan dampak sosial akibat pandemi bagi anak-anak.

“Apresiasi kepada RRI yang sudah menyisihkan dana lelang kemarin untuk kegiatan sosial untuk penanganan covid-19 khususnya untuk anak,” ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00