Kampung Sleko Hanya Dapat Daging Kurban Dari ACT

KBRN, Semarang : Dibalik megahnya Ibukota Jawa Tengah ternyata masih ada wilayah terpinggirkan yang masyarakatnya tidak berkesempatan menikmati lezatnya daging kurban. Wilayah tersebut adalah Kampung Sleko di area Kota Lama, Semarang Utara, Kota Semarang.

Warga di sana meninggali rumah-rumah petak di sepanjang jalan pinggiran Kali Semarang. Di kampung tersebut juga terdapat bangunan kuno bersejarah peninggalan Belanda bernama Menara Syahbandar, atau dikenal dengan Menara Sleko yang sudah berdiri sejak tahun 1825.

Warga Sleko, Massrinah mengatakan, pada Idul Kurban 1442 Hijriah, tidak seperti perayaan hari raya di tahun-tahun sebelumnya. 

"Tahun ini cuma melihat dua ekor sapi lewat di depan rumah, saya kira ada yang qurban ternyata untuk kampung sebelah," tutur wanita yang sudah tinggal di Sleko belasan tahun, Sabtu (24/7/2021).

Pada perayaan Idul Kurban di tahun sebelumnya, Kampung Sleko mendapat satu ekor kambing bantuan dari Masjid Kauman untuk dibagi kepada sekitar 55 KK warganya.

"Mungkin karena efek pandemi tahun ini jangankan mendapat qurban, bau harum masakan daging saja enggak tercium karena memang sekampung tidak ada yang dapat daging," ungkap Massrinah.

Melihat kurang meratanya pendistribusian qurban di beberapa wilayah menggerakkan Global Qurban dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk berbagi daging qurban hingga pelosok Jawa Tengah.

Kapala Cabang ACT Jateng Septi Endrasmoro mengatakan pada momen Idul Kurban, Global Qurban - ACT mendistribusikan amanah sebanyak 192 ekor sapi di yang tersebar di puluhan Kota-Kabupaten di Jawa Tengah.

"Pemotongan dilakukan sejak hari tasyrik pertama hingga hari tasyrik ketiga sementara penerima daging kurban kami prioritaskan untuk wilayah minus kurban, pondok pesantren, dan masyarakat urban yang terpinggirkan," ucapnya.

Untuk wilayah Semarang sendiri, pendistribusian meluas di pinggiran kota Seperti Perkampungan Pemulung Jatibarang di Mijen, Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Tugu, Kecamatan Gunung Pati, kalau di pusat Kota seperti Kampung Sleko, kompleks cagar budaya Sobokarti, hingga Kampung Nelayan Tambaklorok, dan sekitarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00