Gathering 25 Tahun Maci Purworejo Gelar Baksos di Zona Merah

KBRN, Purworejo : Motor Antik Club Indonesia (Maci) chapter Purworejo menggelar bakti sosial di zona merah. Kegiatan ini menjadi contoh positif bagi komunitas atau unsur masyarakat lainya, untuk saling bahu-membahu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19.

Kali kini, aksi peduli Covid-19 oleh Komunitqs Maci berlokasi di Desa Brenggong Kecamatan Purworejo. Wilayah tersebut masuk dalam kategori merah, penularan Covid-19. Sedikitnya 91 orang positif, dan tiga orang meninggal dunia.

“Kami disini dalam rangka baksos 25 tahun Maci Purworejo. Dikarenakan masih pandemi, kegiatan-kegiatan kami arahkan untuk saling membantu saudara yang terdampak Covid-19,” kata Edy Hunter, sebagai Ketua Maci Purworejo, usai menyerahkan 1 kuintal beras dan kebutuhan dapur umum, di Desa Brenggong, Purworejo, Minggu (13/06/2021).

Bantuan diterima secara simbolik oleh Camat Purworejo Sudaryono selaku Ketua Satgas Covid-19 setempat, didampingi pemerintah desa Brenggong, dan aparat TNI/Polri.

Edy Hunter mengatakan, sebelum ini, acara gathering sebenarnya akan dilaksanakan di obyek wisata Bukit Sikepel Purworejo. Namun, dengan pertimbangan situasi, para penggemar motor tua ini memutuskan untuk memilih kegiatan bakti sosial.

“Anggota kami ada 50, tapi tidak semua ikut (menjaga protokol kesehatan-red),” katanya.

Sebagai komunitas rider, Edy mengajak seluruh kelompok masyarakat khususnya para rider untuk peduli dengan situasi pandemi.

“Tetap jaga protokol kesehatan, syukur bisa berperan membantu pemerintah (dalam menangani pandemi),” ujarnya.

Sementara itu Camat Purworejo Sudaryono mengatakan, kondisi di wilayahnya sudah cukup membaik. Beberapa orang yang menjalani isolasi mandiri, telah dinyatakan negatif. Sementara pemberlakukan one gate system (satu pintu masuk) di Desa Brenggong, masih dilakukan sampai dengan nanti dinyatakan aman. 

“Yang sudah ditest ada 131 orang, positif 91, dirawat 13, meninggal 3, dan yang isoman ada 78,” kata Sudaryono.

Ia memastikan, seluruh warganya yang menjalani isolasi mandiri, seluruh kebutuhan pokoknya dipenuhi oleh pemerintah.

Disamping ada dapur umum, pihaknya mengapresiasi kepada masyarakat atau komunitas yang telah banyak membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, di wilayahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00