Kilas Balik Bawaslu Batang Kawal Pemilu

KBRN, Batang : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang mengabadikan seluruh kiprahnya selama melaksanakan tugasnya dalam mengawal jalan proses Pemilu dalam sebuah buku bertajuk “KILAS BALIK”.

Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi, Bawaslu Batang, Khikmatun mengatakan, dipilihnya buku selain sebagai media untuk mendokumentasikan seluruh hasil kinerja, juga agar menarik minat masyarakat untuk mengetahui hasil laporan selama mengawal proses pemilu di Kabupaten Batang.

“Bawaslu merasa penting untuk mengumpulkan sepuluh periode ini menjadi buku yang nyaman dibaca, serta edukasi tentang sejarah ketika Panwaslu di masa dahulu dalam menghadapi berbagai tantangan, yang sangat mungkin ke depan bisa terjadi lagi,” terangnya, usai menggelar bedah buku “Kilas Balik”, di Kantor Bawaslu Kabupaten Batang, Rabu (10/8/2022).

Di sisi lain, Bawaslu juga ingin merawat kisah para punggawa Bawaslu saat menjalankan tugasnya.

“Kalau tidak kami abadikan, peristiwa itu akan menguap begitu saja, seiring berjalannya waktu. Sengaja dibuat tahun ini karena jika menunda terlalu lama, maka kami akan semakin sulit mencari data pendukung hingga mewawancarai narasumber sebagai pelaku peristiwa bersejarah itu,” tegasnya.

Meski buku yang dicetak tak begitu banyak , namun masyarakat tetap bisa mendapatkan secara online dan dapat diakses melalui PPID Bawaslu.

“Proses pengumpulan bukti-bukti sejarah, dokumen dan wawancara memakan waktu lima bulan, yang dimulai bulan Februari lalu.

“Contoh kecil walaupun cuma sebuah kliping berita dari koran, tapi ternyata dari situlah terbuka berbagai fakta. Ini bukti kerja keras teman-teman wartawan tidak sembarangan dan saya salut, dari tahun 2004-2023 semua fakta dan data bisa kami kumpulan hanya dalam waktu yang cukup singkat,” terangnya.

Penerbit juga langsung dari Bawaslu Batang dan International Standar Book Number (ISBN) pun telah diurus.

“Sebagai dukungan kami juga menghadirkan testimoni dari tokoh-tokoh yang mumpuni untuk mengangkat nilai dari buku ini,” ungkapnya.

Ia memastikan semua bukti sejarah itu sangat penting untuk disimpan.

“Penting sekali untuk merawat dan mendokumentasikannya supaya tidak hilang begitu saja. Di era digital dibutuhkan SDM yang mumpuni, sehingga semua proses pendokumentasian lebih mudah,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar