Izin Pertambangan Kembali Mencuat

KBRN, Semarang : Beberapa kurun waktu terakhir  izin pertambangan kembali mencuat setelah adanya pencabutan izin pertambangang yang dikeluarkan pemerintah pusat pekan lalu.

“Mengenai persoalan pencabutan izin pertambangan, akan menjadi pembahasan bersama karena ini sudah menjadi keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Semua perizinan pertambangan yang sudah tidak berjalan harus dicabut dan yang tetap beroperasional adalah pabrik semen. Mengingat Wonogiri mempunyai wilayah karst seluas 337,48 km2 dengan potensi beragam, dan potensi menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat mulai dari perizinan, dampak lingkungan dan pengelolaannya agar membawa kebaikan bersama,”

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Komisi D, Hadi Santoso saat memantau Kantor Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sewu Lawu yang berada di Wonogiri, Rabu (19/1/2022).

Sedangkan wilayah Kabupaten Wonogiri sendiri menurut Hadi Santoso mempunyai potensi tambang dengan kualitas cukup baik.

Menanggapi, Kepala Cabang Dinas ESDM Sewu Lawu Rifal Gautama mengharapkan adanya dukungan DPRD Jateng dalam perejamaan kantor dan penambahan tenaga untuk memaksimalkan kinerja ESDM menjalankan tugas. Mengenai, pencabutan izin pertambangan akan menjadi pembahasan bersama terkait izin yang cukup sulit.

“Mengenai perizinan pertambangan, memang dengan peraturan baru pemerintah pusat dengan mencabut izin pertambangan yang tidak beroperasi lagi menimbulkan polemik. Bahkan perizinan pertambangan belakangan cukup sulit, maka perlu adanya dorongan dan pengkajian bersama dalam pemanfaatan lahan pertambangan,” tanggap dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar