Silpa APBD Kendal Tahun 2020 Capai 182 Miliar

KBRN, Kendal : Sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) pada APBD Kendal tahun anggaran 2020 sebanyak Rp 182.030.482.268. Angka tersebut naik sekitar 186 persen dibanding silpa tahun 2019. 

"Tingginya angka silpa ini karena di tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak pembatasan dan pengendalian pada semua kegiatan," kata Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat menyampaikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan pelaksanaan APBD Kendal tahun 2020 di Ruang Paripurna DPRD Kendal, Senin (21/6/2021).

Dampak adanya pandemi, target pendapatan tahun 2020 di APBD yang dianggarkan sebesar Rp 2.149.414.537.843 juga hanya mampu terealisasi sebesar real 99,16 persen dari target yang ditetapkan. Untuk itu Bupati Kendal akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan dan mengoptimalkan potensi yang sudah ada dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan.

Selain itu juga akan memodernisasi sistem tata kelola pendapatan asli daerah dengan secara instan, antara lain melakukan pendaftaran, pendataan, dan peremajaan wajib pajak secara kontinyu. "Upaya lainnya adalah peningkatan keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia di perangkat daerah pengampu pendapatan daerah," katanya.

Dico juga melakukan perbaikan dan penyempurnaan aplikasi perpajakan, seperti e-pajak/ e-PBB, e-BPHPP guna menunjang pelayanan pajak di Kabupaten Kendal. Selain itu juga melakukan penambahan tempat-tempat pembayaran PBB-P2 melalui Bank Jateng, kantor pos, indomart, tokopedia, go pay dan laku fun bike Bank Jateng.

Pelaksanaan penilaian PBB-P2 terhadap objek pajak PBB P2, yaitu 6 SPBU,  pelaksanaan bulan penghapusan denda administrasi instan PBB-P2 Kendal tahun 2014-2020 selama 3 bulan mulai 1 Oktober - 31 Desember 2020. Sosialisasi pajak daerah melalui tatap muka, media massa, medsos, infografis, spanduk, baliho, spot radio dan lainnya. 

Melakukan kegiatan penerbitan bersama  instansi terkait kepada wajib pajak yang tidak taat membayar pajak. Pemberian keringanan dan pengurangan pajak dan retribusi daerah sesuai persyaratan.

"Kami juga meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penerapan e-retribusi secara bertahap yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Bank Jateng," ujarnya.

Terkait dengan penanganan wabah pandemi Covid-19, Pemkab Kendal telah berupaya melakukan penyesuaian  terhadap APBD tahun anggaran 2020 melalui realokasi dan refocusing dengan melakukan penyediaan anggaran untuk penanganan Covid-19 pada anggaran belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Penyediaan anggaran ini prioritas diperuntukan untuk penanganan bidang kesehatan, penanganan jaring pengamanan sosial dan penanganan dampak ekonomi.

Di lain pihak, Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun menyayangkan, dengan silpa yang sangat tinggi. Pasalnya, uang tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat, sehingga bisa menaikan dari sisi ekonomi  makro ataupun mikro.

Hal itu terjadi karena sebagian besar birokrat masih banyak yang gagap dengan era pandemi. "Memang kehati-hatian itu mutlak diperlukan sebagai penguasa anggaran, tetapi dari satu sisi terkait penggunaan anggaran untuk kebutuhan masyarakat jika serapannya maikn tinggi, maka akan semakin baik," katanya.

Dikatakan, jika silpa-silpa dari efisiensi kegiatan, maka sangat bagus, tetapi jika silpa dari kegiatan yang tidak dijalankan, maka sangat disayangkan.

Untuk itu ia berharap, ke depan bisa lebih baik lagi kinerja eksekutif dalam pengelolaan anggaran, baik dari sisi perencanaan, dari sisi pelaksanaan sampai pada pelaporan. "Harapannya untuk ke depan bisa lebih baik," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00