Pencuri Mesin Pompa dan Penadahnya Dibekuk Polisi

KBRN, Kudus : Kepolisian Resor Kudus mengimbau petani untuk mewaspadai pencurian mesin pompa air yang sering ditinggal di areal persawahan menyusul terungkapnya kasus pencurian mesin pompa di areal persawahan.

"Kami baru saja menangkap pelaku pencurian mesin pompa air di kawasan persawahan di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus," kata Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus David P, Rabu (10/8/2022).

Berdasarkan pengakuan pelaku bernama Wanto asal Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, kata dia, aksi pencurian mesin pompa air di areal persawahan sudah berulang kali.

Dalam menjalankan aksinya itu, pelaku hanya seorang diri dengan membawa kunci inggris dan beberapa kunci pas lainnya.

Setelah berhasil membawa mesin pompa air milik Sutrisno (41) asal Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, kemudian pelaku menjualnya kepada Nur Salim asal Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus.

"Mesin pompa air tersebut dijual secara rongsokan seharga Rp 6.500 per kilogramnya," ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan dari korbannya, kemudian pelaku berhasil ditangkap bersama penadah hasil curian berinisial NS asal Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, beserta barang bukti mesin pompa air hasil curian.

Untuk menghindari kasus serupa, dia mengimbau, petani untuk membawa pulang mesin pompa airnya setelah digunakan atau memastikan dalam posisi aman ketika ditinggal di areal persawahan.

Wanto mengakui sudah melakukan pencurian mesin pompa air lebih dari lima kali dengan lokasi yang berbeda.

Sementara itu, Sutrisno mengaku bersyukur mesin pompa airnya bisa ditemukan, karena sebelumnya mengalami kehilangan mesin traktor, mesin pompa air serta beberapa komponen untuk menyalurkan air ke sawah.

"Peristiwa ini tentunya menjadi pembelajaran untuk lebih berhati-hati. Apalagi, harga mesin pompa air juga mencapai Rp 3,6 juta per unitnya, belum termasuk mesin traktor untuk membajak sawah," ujarnya. (RK)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar