Korupsi Pengadaan Lahan Perumahan, Broker Jadi Tersangka

KBRN, Semarang : Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan perumahan karyawan bandara baru di Yogyakarta memasuki babak baru. Makelar atau broker pengadaan lahan berinisial AS ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. 

Adapun, lokasi pengadaan lahan oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YKKAP I) ini berada di Desa Bapangsari, Kecamatan Begelan, Kabupaten Purworejo.

“Kami menetapkan satu tersangka, AS yang merupakan broker atau makelar pengadaan tanah,” jelas Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Sumurung P Simaremare, Kamis (23/6/2022).

Ia menjelaskan, kasus ini bermula pada 2016 saat YAKKAP I berniat mencari lahan di Kulon Progo, dekat bandara baru Yogyakarta.

Saat survei lapangan, pihak YKKAP I bertemu dengan AY dan AS. Kedua makelar itu menyatakan, harga tanah di Kulon Progo itu sudah mahal. Kemudian, mereka menawarkan tanah di Desa Bapangsari, Purworejo.

AS bertemu pengurus YAKKAP I. Dari pertemuan itu, disepakati harga tanah di Desa Bapangsari Rp 200 ribu/meter persegi  total luas 25 hektare.

Sumurung menegaskan, YAKKAP I langsung bernegosiasi harga dengan AS, tanpa melibatkan para pemilik tanah.

Setelah YAKKAP I melakukan pembayaran 40 persen atau Rp 23 miliar dari total Rp 50 miliar, ternyata tanah yang dijual oleh AS tersebut lokasi dan alas haknya tidak jelas. Hingga akhirnya YAKKAP I tidak dapat menguasai tanah yang sudah dibayar.

“Akibat pengadaan lahan itu,  ada kerugian negara sebesar Rp 23 miliar,” jelas Sumurung. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka AS dijerat pasal 2 ayat 2 dan 3 juncto pasal 18 Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Saat disinggung dugaan keterlibatan pejabat negara, hal itu masih ditelusuri penyidik Kejati Jateng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar