Pembunuhan di Desa Korowelang Anyar Cepiring, Tersangka Ternyata Anak Kandung Korban

KBRN, Kendal : Jajaran Reskirm Polres Kendal  berhasil mengungkap kasus pembunuhan Suratmi, seorang ibu di Desa Korowelang Anyar Kecamatan Cepiring Kendal yang terjadi pada 19 Desember 2021 lalu. Pelaku utama pembunuhan terhadap Suratmi ditangkap di rumahnya, Rabu (18/5/2022) dini hari. Kini, tersangka pembunuhan yang merupakan anak kandung korba diamankan di tahanan Polres Kendal. 

 

Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, tersangka adalah Sunarto alias Tumian warga Desa Korowelang Anyar. Penetapan tersangka ini setelah melalui  proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup panjang. Dari keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, polisi menetapkan bahwa Sunarto alias Tumian adalah pelaku tunggal pembunuhan Suratmi yang merupakan ibu kandungnya sendiri.

"Pengungkapan kasus ini memang cukup lama, karena untuk memastikan benar-benar pelakunya," katanya, saat gelar perkara di Mapolres Kendal, Kamis (19/5/2022).

 

Dikatakan, pengungkapan kasus pembunuhan ini mengalami kesulitan, karena minim saksi dan alat bukti yang ada di lokasi kejadian. Setidaknya 26 saksi diperiksa termasuk tersangka yang saat itu sudah diamankan. Alat bukti dan saksi yang minim, sehingga sedikit mengalami kesulitan dalam pengungkapan. Namun dengan berbagai upaya termasuk menjalani sejumlah pemeriksaan, akhirnya mengarah kepada tersangka Sunarto.

"Berdasarkan barang bukti di antaranya ada bercak darah di kaos tersangka, juga bercak darah pada senjata tajam sabit yang diakui miliknya, serta berdasarkan rekaman CCTV ketika korban masih dirawat di Puskesmas," jelasnya.

 

Tersangka Sunarto tega membunuh ibunya lantaran ditanya perihal sisa uang penjualan tanah warisan. Karena terus ditanya soal uang warisan tersebut, tersangka kalap hingga membacok ibu kandungnya sendiri sebanyak tiga kali di kepala dan melakukan kekerasan lainnya. Yang lebih sadis lagi, ketika korban dirawat di Puskesmas, tersangka mencopot oksigen yang dipasang petugas kesehatan Puskesmas hingga akhirnya korban meninggal dunia.

"Korban ketika itu ditolong oleh warga dan dibawa di Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun secara diam-diam tersangka melepas selang oksigen yang sudah dipasang hingga korban meninggal dunia," katanya. 

 

Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit, kaos milik pelaku, pakaian korban dan sepeda motor milik pelaku. Akibat perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan pasal 340 KUHP atau 338 KUHp atau 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. 

 

Sementara itu, ketika ditanya, tersangka Tumian tetap bersikukuh bahwa bukan dirinya yang membunuh. Ia mengatakan, bahwa dirinya dijebak dan difitnah.  “Saya difitnah membunuh," ucapnya singkat saat dibawa petugas ke sel tahanan Polres Kendal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar