Polda Jateng Ringkus 'Captain' Perampok Minimarket Lintas Provinsi

KBRN, Semarang : Seorang pria berinisial RS (27) yang betindak sebagai captain dari aksi perampokan di 17 TKP di Jawa Tengah dan Jawa Barat dihadiahi timah panas ditangannya oleh polisi, sebelum akhirnya tertangkap.

Residivis ini dibekuk jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng bersama satu kawannya berinisial MMP (27). Sementara dua perampok lainnya RUS dan KS kini buron. 

Direktrur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo menyebut polisi terpaksa menembak pelaku karena berupaya menabrak petugas saat diamankan di tol Palimanan. 

Dari pengamanan itu polisi mengantongi barang bukti kendaraan berisi hasil rampokan yang ditinggalkan pelaku. Pelaku meninggalkan kendaraanya karena mengalami bocor tengki akibat tertebak timah panas polisi.

"Terjadi perlawanan di Kilometer 181 tol Palimanan Cirebon pelaku berupaya menabrak petugas. Dalam situasi itu anggota aman, sempat mau melarikan diri , dan sempat ada tembakan satu orang terkena tembakan tapi berhasil lolos," ujarnya.

Dalam melancarkan aksinya ke 4 pelaku ini memiliki peran masing- masing.

"Pelaku MMT dia berasal dari Sumatra utara yang bersangkutan ini merencanakan menyediakan alat dan merusak kunci gembok, kemudian RS warga Sumatra utara merusak kunci, masuk kedalam dan mengambil barang barang dan dua sopir yang masih DPO," tandasnya.

Dijelaskannya, dalam membobol minimarket pelaku memotong gembok, dan mengasak barang-barang hingga brangkas.

"Memotong gembok dengan tang, kemudian lingis dan kapak untuk buka berangkas, dia ambil barang barang diminimarket tersebut, barang barang yang diambil yang memiliki nilai ekonomis seperti susu, rokok dan lainnya," ungkap Kombes Djuhandhani.

Ditaksir total kerugian atas perbuatan kawanan perampok spesialis minimarket ini mencapai ratusan juta rupiah.

"Kerugian yang disampaikan sekitar 300 -400 juta," tuturnya.

Turut diamankan barangbukti berupa satu unit mobil yang diduga sewaan dengan barang -barang hasil curian, gunting pemotong besi, linggis hingga kapak.

Atas perbuatanya pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar