Satreskrim Polres Magelang Kota Buru Pengeroyok Ojol

KBRN, Magelang :  Petugas Satreskrim  Polres Magelang Kota masih mengejar beberapa orang yang terlibat pengeroyokan terhadap seorang pengemudi ojek online bernama Deni Susanto (41) warga Dusun Pucangan, Desa Banjarrejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

“Pelaku pengeroyokan yang berhasil ditangkap tiga orang dan salah satunya masih di bawah umur. Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap yakni berisinial AR (19) warga Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, AS (18) warga Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang  dan RR (16) warga Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang,” kata Kasatreskrim AKPMuhammad Arifin Suryani kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Arifin mengatakan, dua dari ketiga korban ini ditangkap di wilayah Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, kurang dari 24 jam setelah kejadian. Sedangkan, satu pelaku lainnya yang masih di bawah umur, oleh pihak keluarganya menyerahkan diri ke kantor polisi.

Menurutnya, peristiwa  pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (23/2/2022) sekitar 3.00 WIB, sewaktu korban yang berprofesi sebagai pengemudi ojek on-line usai mengantar penumpangnya di wilayah Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

“Ketika korban hendak pulang ke rumahnya di Kaliangkrik, sesampainya di Jala Raya Bandongan – Kaliangkrik, tepatnya di Dusun Jati, Desa Tonoboyo, Kecamatan Bandongan, tiba-tiba dilempari kerikil oleh sekelompok orang yang tidak dikenal,” katanya.

Korban yang sempat melewati sekelompok orang yang melempari dengan kerikil tersebut, kemudian berbalik arah untuk menemuinya. Bahkan, korban sempat menanyakan ke sekelompok orang tersebut “ada apa”?. Namun, dari para pelaku tidak menjawab pertanyaan korban, melainkan langsung melakukan pengeroyokan.

Para pelaku tidak hanya mengeroyok korban dengan tangan kosong, melainkan juga dengan menggunakan sebuah kayu papan yang didapat dari sekitar lokasi mereka berkumpul. Salah satu pelaku juga sempat mencabut kunci sepeda motor milik korban. Korban berupaya lari dari sekelompok orang tersebut, setelah melihat seorang lainnya mengeluarkan senjata tajam. Sedangkan, sepeda motor milik korban  yakni Honda Beat bernopol Nopol AA 4585 BB ditinggal di lokasi tersebut.

“Setelah lari dari sekelompok orang tersebut, korban memberitahu kejadian tersebut ke saudararanya dan diteruskan ke Polsek Bandongan,” kata Arifin.

Arifin menjelaskan, para tersangka nekad melakukan aksinya karena pengaruh dari minuman keras yang ditenggaknya.

Sementara itu, salah satu tersangka AR mengaku dirinya hanya ikut-ikut saja untuk melakukan aksi tersebut, karena dirinya diajak oleh temannya yang diduga menjadi dalang pengeroyokan.

Ia juga mengaku, saat menjalankan aksinya di bawah pengaruh minuman keras yang diminum sebelumnya.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman penjara maksimal lima tahun penjara karena melanggar pasal 170 KHUP. Sedangkan, untuk pelaku yang masih di bawah umur, prosesnya dibedakan dengan pelaku yang sudah dewasa. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar