Ditpolairud Baharkam Polri Tangkap Penyalahgunaan Minyak dan Gas Bumi

KBRN, Semarang : Ditpolairud Baharkam Polri berhasil menangkap 4 pelaku Penyalahgunaan Minyak dan Gas Bumi berupa pembelian BBM bersubsidi jenis Bio Solar B30 yang tidak sesuai peruntukannya dengan menyalahgunakan Minyak dan Gas Bumi berupa pembelian BBM bersubsidi jenis Bio Solar B30 yang tidak sesuai peruntukannya di Pelabuhan Seleko Kabupaten. Cilacap.

Selain di Seleko Kabupaten Cilacap, juga ditemukan penampungan Gudang di Jl. Karang No. 9 Cilacap dan Gudang di wilayah Bergas Lor, Kec. Bergas, Kab. Semarang.

Empat Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan masing-masing memiliki peran yaitu: TDW selaku Pemilik/Owner PT. Sinar Harapan Mulia (SHM), HN selaku Operasional, MCF selaku Administrasi dan Keuangan dan K selaku Operasional.

 “ Para pelaku dari PT. Sinar Harapan Mulia (SHM) yang telah menjalankan usaha pembelian BBM jenis Bio Solar B30 yang disubsidi pemerintah dari SPBU dan menjual kepada konsumen sektor perikanan dengan harga keekonomian / industri  sejak bulan September 2021 sampai dengan Januari 2022, “ kata Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri - Brigjend Pol Yassin Kosasih Dalam Konferensi Pers, di  Terminal BBM Pengapon. Jl.Pengapon No.14 Semarang, Jumat, (21/01/2022)

Dari pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar/B30 tersebut Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri telah melakukan penyitaan sejumlah barang bukti berupa: BBM Jenis Bio Solar sebanyak 73,7 KL, 2 (dua) unit truk tangki milik PT. SHM berkapasitas 16 KL dan 8 KL, 9 unit truk modifikasi, 1 unit mobil panther modifikasi, 36 buah penampungan solar berkapasitas 1 KL, 2 tangki duduk berkapasitas 8 KL dan 5 KL, 4 unit pompa alkon dan BBM jenis B30 sebanyak 73 KL. Selain itu sejumlah barang bukti yang di sita 1 Unit Laptop merk Asus berwarna putih, 1 Unit Printer merk Epson L3210, 3 unit Handphone, 3 buah Stemple, 3 buah kartu ATM dan Buku Bank.

“ Potensi kerugian negara yang berhasil diamankan dari kegiatan illegal selama 5 (lima) bulan yaitu sebesar ± Rp.49.950.000.000, “  Tuturnya

Menurut Brigjend Pol Yassin Kosasih, para pelaku tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak jenis Bio Solar B30  yang disubsidi pemerintah melanggar Pasal 55 Undanng-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam paragraf 5 Pasal 40 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“ Ancaman hukuman Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam paragraf 5 Pasal 40 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tenang Cipta Kerja,  “ Terangnya.

Para pelaku yang menyalahgunakan Pengangkutan Dan/Atau Niaga Bahan Bakar Minyak Yang Disubsidi Pemerintah Dipidana Dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 (Enam) Tahun Dan Denda Paling Tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (Enam Puluh Miliar Rupiah).”     Pada Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana “Dipidana sebagai pelaku tindak pidana mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan.”

Dalam Konferensi Pers, di  Terminal BBM Pengapon. Jl.Pengapon No.14 Semarang, Jumat, (21/01/2022) di hadiri Dirpolairud Polda Jateng,Komisaris Besar Polisi Heriadi, Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Komisaris Besar Polisi Rustam Mansur, S.I.K,  Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Putut Andriatno dan jurnalis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar