Santriwati Korban Pemerkosaan Diperiksa Kejiwaanya

KBRN, Magelang : Satreskrim  Polres Magelang akan mengirim korban pemerkosaan yang dilakukan tiga orang warga Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta.

“Korban ADP akan kami bawa ke psikolog  di Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta untuk diperiksa kesehatan kejiwaan, setelah ia diperkosa oleh tiga orang,”kata Kasatreskrim Polres Magelang, AKP M Alfian Amin, Sabtu (15/1/2022).

Alfan mengatakan, selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Magelang. Koordinasi tersebut dilakukan untuk pemberian pendampingan terhadap korban.

Menurutnya, pendampingan tersebut sangat diperlukan karena untuk memulihkan psikis korban setelah peristiwa pemerkosaan  terhadap diri korban pada 2-5 Januari lalu.

Alfan menambahkan, saat ini korban masih berada di wilayah Kabupaten Magelang sedangkan orangtua korban dari wilayah Pulau Sumatera tersebut juga sudah berada di Kabupaten Magelang.

“Korban yang mengalami sakit akibat peristiwa tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Merah Putih Mungkid, Kabupaten Magelang, dan saat ini sudah keluar dari rumah sakit,” katanya.

Alfan mengatakan, di sisi lain dari tiga tersangka yang masih di bawah umur yakni masih berusia 15 tahun, saat ini sudah diproses menurut ketentuan yang berlaku. Yakni sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Selain itu, saat ini, tersangka  yang berinisial N (15) warga Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang tersebut ditahan di ruang yang berbeda dengan tahanan lain, yakni di ruang tahanan anak-anak.

Ia menambahkan, tersangka N tersebut selain ikut memperkosa ADP, juga mengikat kedua tangan korban dengan seutas tali rafia. Selain itu, tersangka N juga minum minuman keras sebelum ikut memperkosa korban.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang warga Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang nekat memperkosa seorang santriwati dari salah satu pondok pesantren yang ada di wilayah Magelang.

Ketiga tersangka tersebut yakni benisial PA (21) warga Desa Pasangsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang dan NI (25) warga Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang dan seroang lagi masih di bawah umur yakni berinisial N (15). Sedangkan,  korban berinisial ADP ( 19).

Pristiwa pemerkosaan yang disertai ancaman tersebut terjadi selama empat hari berturut-turut.

sejak 2 Januari hinggga 5 Januari lalu.

Selama empat hari tersebut, korban berisiniaal ADP tersebut dicekoki mimuman keras hingga tidak sadarkan diri, sehingga para pelaku melakukan aksi bejatnya. Selain itu, ketiga pelaku juga mengancam korban akan dibunuh, dipukul dan diikat dengan tali, bila tidak mau melayani niat bejatnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar