Polres Demak Ungkap Kasus Peredaran Upal

KBRN, Demak : Satreskrim Polres Demak berhasil mengamankan pelaku peredaran uang palsu (upal) dengan modus transaksi jual beli ponsel bekas. 

Pelaku GS merupakan warga Desa Betahwalang, Kecamatan Wonosalam. 

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Agil Widyas Sampurna mengungkapkan, pelaku diamankan setelah korban curiga terhadap uang yang diperoleh dari hasil transaksi.

"Saat dilakukan pengecekan  menggunakan alat money detector tidak muncul. Hanya ada 3 nomor register dari sejumlah Rp 1.200.000 yang di bawa pelaku. Bentuk fisik mengalami perubahan di warna," ungkap Agil dalam gelar perkara, di Mapolres Demak, Senin (6/12/2021).

Agil mengatakan, kejadian bermula saat korban menjual handphone secara online. Setelah terjadi kesepakatan harga, ponsel langsung diberikan kepada tersangka. 

Lantas, pelaku GS justru kabur setelah menerima uang hasil transaksi. 

Sementara pelaku GS mengaku, sengaja mengedarkan uang palsu tersebut untuk proses transaksi jual beli ponsel melalui sistem Cash On Delivery (COD). 

"Sebelumnya jual hp senilai Rp 1.200.000. Lalu uang itu disimpan dalam waktu 10 hari, kemudian berubah pikiran dan kembali bertransaksi," kata dia.

Tersangka dijerat pasal 36 ayat 3 Jo Pasal 26 ayat 3 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, dengan pidana penjara maksimal 15 tahun. 

Agil menambahkan, menjelang natal dan tahun baru pihaknya menghimbau masyarakat untuk lebih mewaspadai peredaran uang palsu.

"Masyarakat supaya lebih berhati-hati dari oknum yang menyalahgunakan uang palsu," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar