Resmob Polres Pati Bekuk Warga Tuban, Bisnis Miras Illegal

KBRN, Pati : Warga Kabupaten Tuban Jawa Jawa Timur, Kuslik (46) yang telah membuat dan mengedarkan minuman alkohol ilegal atau tanpa merek dagang resmi, kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Pati. Tersangka menempati rumah untuk produksi miras illegal di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil.

Kapolres AKBP Christian Tobing mengatakan, penangkapan tersangka tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang mengetahui ada kegiatan mencurigakan di tempat penangkapan di rumah Rofiatun, tepatnya di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil.

“Kemudian dari fakta-fakta Sat Sabhara dan Sat Reskrim Polres Pati melalukan pengecekan, selanjutnya ditemui di sebuah rumah turut Dukuh Tlogowiro Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, yang di rumah itu dijadikan tempat produksi miras dan sudah kita sita alat-alatnya,” katanya didamping Kasat Reskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang saat memberikan keterangan pers di Mako Sat Sabhara Polres Pati, Senin (6/12/2021).

Selain itu, ada lebih 2600-an botol miras siap edar, dan drum untuk mengoplos. Berdasar hasil pengecekan labfor Polda Jawa Tengah kadar alkoholnya tinggi, selitar 50 persen. Minuman beralkohol itu telah diedarkan di wilayah eks karesidenan Pati, dan sebagian di Provinsi Jawa Timur. “Kalau dilihat dari alat-alat produksinya yang digunakan dengan drum-drum yamg disita, dalam sepekan bisa memproduksi 5ribu botol @1,5 liter,” jelasnya.

Dari keterangan tersangka Kuslik, kata Kapolres Pati, omset dari produksi dan peredaran miras tersebut bisa berkisar antara Rp50juta sampai Rp100juta.

Dari pengembangan kasusnya, masih ada satu tersangka yang masih Dalam Pencarian Orang (DPO) berinisial GWN anak pemilik rumah yang dijadikan pabrik miras illegal tersebut. Perbuatan tersangka Kuslik ini diancam dengan pasal berlapis dalam UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, yang telah diubah dalam UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja jung to Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun atau denda Rp10 Milyar.(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar