Tabib Gendam Lintas Provinsi Dibekuk Polda Jateng

KBRN, Semarang : Komplotan tindak penipuan dengan modus gendam dibekuk petugas Polda Jateng dibawah pimpinan seorang Polwan, Kasubnit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Iptu Fika Pamungkas.

Para pelaku lintas provinsi ini telah melakukan aksinya di Medan, Surabaya, Bandung dan Semarang sebanyak 2 kali. Dari 5 TKP di 4 provinsi tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 3 Miliar.

"Ada 6 pelaku, 4 orang perempuan dan 2 orang laki-laki yang melakukan penipuan dibeberapa TKP di Jawa Tengah, Jawa timur dan Sumatera Utara," kata Dirkrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro didampingi Kabid Humas, Kombes Iqbal saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Selasa (30/11/2021).

Ke-6 tersangka masing-masing inisial NS, AT, DY, PS, TDF dan LSN. Terakhir, meraka telah melakukan aksinya dengan korban Harjati, Selasa (2/11/21) TKP di Pasar Gang Baru Pecinan Semarang.

Keenam pelaku mempunyai peran masing-masing. Untuk tersangka pria NS yang menjadi otak komplotan ini berpura-pura sebagai tabib.

"Saya hanya mendengarkan cerita korban lalu saya mengarahkan korban untuk menuruti apa kata cucu saya," kata otak penipuan NS saat ditanyai Direskrimum.

NS dibantu kelima tersangka lain yaitu LSN yang kali pertama bertemu korban, TDF yang berperan sebagai cucu tabib, AT mengantar korban menambil perhiasan, PA memantau jalanya penipuan dan DY sopir.

"Ada yang meyakinkan seseorang untuk pengobatan, ada yang cucunya tabib yang meyakinkan pada korban sehingga apa yang diminta mereka diserahkan, kata Kombes Pol Djuhandhani.

Oleh pelaku, korban diperdayai dengan bujuk rayu sehingga tanpa sadar menyerahkan diantaranya perhiasan emas batangan seberat 1 kg, uang Rp 110 juta dan uang dolar 25 lembar untuk disucikan. Total kerugian bahkan mencapai Rp 500 juta.

"Jadi para korban itu merasa digendam padahal sebenarnya itu  tipu muslihat oleh pelaku profesional. Jadi emas dan uang itu kan dia (tabib) bilang akan disucikan padahal diganti sama garam dan air," kata Kasubnit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Iptu Fika Pamungkas menambahkan.

Iptu Fika Pamungkas menyebut komplotan profesional ini telah melancarkan aksinya sejak 2019.

"Dalam aksinya mereka mencari keturunan Tionghoa yang taat beribadah," ujarnya.

Atas perbuatannya, ke 6 pelaku dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar