Dukun Pengganda Uang Peragakan 47 Adegan Pembunuhan

KBRN, Magelang : Polres Magelang menggelar rekonstruksi pembunuhan berencana yang dilakukan IS (57) warga Dusun Karangtengah, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang yang dikenal sebagai dukun pengganda uang, Kamis (25/11/2021).

Pada rekontruksi yang dilakukan di halaman belakang Mapolres Magelang tersebut, tersangka didampingi kuasa hukumnya, Satria Budi memperagakan 47 adegan.

Adegan yang diperagakan mulai dari membeli potasium sianida, meracik, hingga memberikannya kepada dua korbannya, yakni Lasman (31) dan Wasdiyanto (38). Kedua korban merupakan warga Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

“Pelaksanaan rekontruksi pembunuhan berencana  yang dilakukan IS, dilaksanakan di kompleks Mapolres Magelang,  untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolres Magelang AKBP M Sajarod Zakun kepada wartawan, Kamis  (25/11/2021).

Sajarod mengatakan, pemindahan lokasi tempat reka ulang tersebut juga untuk menghindari adanya kerumunan, karena saat ini wilayah Kabupaten Magelang masih berada di level II PPKM.

Ia menambahkan, pada reka ulang tersebut, tersangka juga didampingi penasihat hukumnya dan juga jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang.

Menurutnya, reka ulang kasus pembunuhan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas acara perkara (BAP) yang sedang dilakukan penyidikan.

Sajarod menjelaskan, rekontruksi tersebut difokuskan untuk kasus  pembunuhan  yang dilakukan IS dan dikenal sebagai dukun pengganda uang dengan korban Lasman  dan Wasdiyanto yang terjadi pada 10 November lalu.

“Sedangkan, untuk kejadian yang terjadi pada Mei dan Desember 2020 lalu, Polres Magelang hingga saat ini, kami  masih mempersiapkannya,”katanya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, Tata Hendrata mengatakan, dari 47 adegan yang diperagakan tersangka pada reka ulang tersebut, membuktikan tersangka telah merencanakan lebih dulu untuk menghabisi  nyawa kedua korbannya.

“Tersangka terbukti telah merencanakan  terlebih dahulu. Yakni, membeli potasiun sianida di sebuah toko pertanian dan kemudian mencampurkan ke gelas yang diberi cairan air. Dan, cairan tersebut diberikan kepada kedua korban sehingga nyawa korban melayang,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan yang dilakukan dukun pengganda uang yang meracun korban dengan sianida tersebut mengakibatkan Lasman dan Wasdiyanto meninggal. Pelaku juga membunuh Suroto (63) warga Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terjadi pada awal Desember 2020 lalu.

Selain itu, dilakukan hal yang sama terhadap Muarif, (52) warga Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten  Mageang , pada 15 Mei 2020 silam. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00