Pengawal Kades Tahunan Memiliki Senpi Ilegal, Terancam Hukuman Mati

KBRN, Rembang : Polres Rembang berhasil mengembangkan kasus tambang ilegal dan blokade jalan di Desa Tahunan, Kecamatan Sale, Rembang September lalu.

Tersangka kasus blokade jalan dengan inisial JW yang disebut sebagai pengawal atau orang kepercayaan Kades Tahunan, dalam proses penyidikan ternyata diketahui memiliki senjata api ilegal.

Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan menyampaikan senjata api modifikasi tersebut dibeli oleh JW dari seseorang warga Kabupaten Tuban Jawa Timur berinisial S, seharga Rp 7,5 juta. Harga tersebut sudah termasuk mendapat sejumlah peluru tajam.

“Dalam proses penyidikan kita mendapatkan informasi bahwa saudara JW ini mempunyai senjata api, kita lakukan penyelidikan dan benar kita dapatkan pada tanggal 22 Oktober 2021 kita temukan senjata api ini dikuasai oleh JW, " kata Kapolres saat memberikan keterangan pers Senin (25/10/2021) .

Sedangkan S membeli senjata api tersebut melalui aplikasi jual beli online di internet. Senjata api dengan peluru jenis FN tersebut sudah pernah dicoba oleh tersangka JW sebanyak dua kali.

JW mencoba senjata tersebut di area yang jauh dari permukiman warga di lingkungannya, dan meletus serta mengeluarkan suara keras.

Menurut Kapolres, senpi ilegal itu dibawa kemana-mana oleh JW untuk menambah kepercayaan diri.

Sementara itu dari pengakuan JW, senjata api tersebut hanya untuk koleksi saja. Iapun menyebut hanya dua kali menembakkan senjata api itu untuk mencoba saja setelah beli.

"Untuk koleksi, biasanya tak simpan di rumah , jarang tak bawa. Pernah saya coba dua kali di jauh pemukiman warga pakai peluru hampa, sasarannya ke atas, " tuturnya.

Saat ini kedua tersangka ditahan di tahanan Mapolres Rembang.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka tersebut dikenakan UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa hak atau ijin.

Ancaman hukumannya hukuman mati, atau seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun. (MCS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00