Mengaku Pendeta, Empat Orang Pelaku Tipu Warga Kota Magelang

KBRN, Magelang : Satreskrim Polres Magelang Kota Kota menangkap empat orang pelaku penipuan yang menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

“Keempat pelaku tersebut berasal dari luar Jawa Tengah. Yakni  berinisial AM warga Sulawesi Selatan, SD (Kalimantan Barat), SS (Jakarta Utara), dan II (Sulawesi Tengah),” kata Wakapolres Magelang Kota Kompol Supriyadi.

Supriyadi mengatakan, keempat pelaku ini melakukan tindak pidana penipuan di Kota Magelang dengan berpura-pura mengaku menjadi sebagai pendeta yang akan memberikan sumbangan  ke sebuah gereja.

Mereka juga  meminta tolong menitipkan sejumlah uang transferan ke korban berinisial MJS (70) warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Menurutnya, setelah korban terpedaya, dan  memberikan ATM beserta nomer pin nya kepada tersangka. Seusai bertransaksi, kartu ATM milik korban ditukar dengan kartu ATM yang tidak berlaku. Selanjutnya, komplotan pelaku tersebut menguras uang korban  melalui ATM tersebut. Akibatnya, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp 38.606.852.

Selang beberapa saat, korban yang merasa ditipu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Magelang Kota.

“Mendapatkan laporan tersebut, anggota Satreskrim Polres Magelang melakukan penyelidikan. Dan 10 hari setelah kejadian akhirnya keempat pelaku berhasil diamankan di daerah Cipanas Kecamatan Cimanganten, Kabupaten Garut, Jawa Barat,” ujarnya.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 143 ATM dari berbagai bank, uang tunai sebesar  Rp 10 juta yang diduga sebagai  hasil penipuan dan uang tunai Rp 100 ribu beserta 1 bandel potongan kertas warna pink.

Sementara itu, salah satu tersangka AM mengaku, dirinya bersama dengan tiga temannya tidak menggunakan ilmu gendam, melainkan  mengiming-imingi agar korban mau menyerahkan kartu ATM dan pin-nya. Selain itu, mereka mengaku bukan seorang pendeta dan hanya untuk menguatkan kepada korban untuk percaya.

“Kami tidak pendeta, dan kami hanya mengaku-ngaku saja biar korban percaya. Kami juga tidak menggunakan ilmu  gendam dan hasil dari kejahatannya ini dibagi rata berempat,” akunya.

Atas perbuatannya, keempat pelaku diancam hukuman maksimal empat tahun penjara, dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 372 KUHP penggelapan. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00