Bandar Arisan Online Bodong di Salatiga Terancam Lima Tahun Penjara

KBRN, Salatiga : Kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan modus lelang arisan online yang sempat menghebohkan Kota Salatiga akhirnya berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Salatiga, Polda Jateng, Jumat (24/9/2021).

Pemberian keterangan pers kasus ini dihadiri Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy diwakili oleh Kasubbid Penmas AKBP Dwi Retnowati, dan Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Nanung Nugroho.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana mengungkapkan, penangkapan tersangka RA, berawal dari laporan korban berinisial F (48) yang tergiur iming-iming pelipatgandaan uang.

"Pelapor F sudah kenal dengan tersangka RA kemudian terjalin komunikasi sampai dengan ada perjanjian kesepakatan di tanggal 12 Agustus, bahwa uang yang diberikan dari pelapor akan dilipat gandakan atau dilebihkan oleh tersangka," terang Indra.

Dia menjelaskan, pelapor F dan RA juga melakukan perjanjian kesepakatan yang sama sebanyak 10 kali yaitu dengan cara mentransfer uang ke rekening tersangka hingga total Rp 71.300.000, dengan iming-iming RA akan melebihkan uang tersebut.

"Pada saat pelapor akan menagih janji bahwa uang tersebut akan dilebihkan, namun saat mendatangi rumahnya tersangka sudah tidak ada. Rumah itu juga sudah didatangi oleh banyak orang yang turut menjadi korban lelang arisan," ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, F lalu melapor ke Polres Salatiga untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut," ungkapnya.

Beberapa korban turut melapor ke Polres Salatiga di antaranya FH, Warga Derekan Pringapus, Kabupaten Semarang dengan kerugian Rp 500 juta. NA, warga Ngaglik, Argomulyo kerugian sekitar Rp 341 juta. ADR, warga Mangunsari Kecamatan Sidomukti, kerugian Rp 160 juta.

Berikutnya, APL, warga Karang Duwet Tingkir, kerugian Rp 7,2 juta, IA penduduk Modangan, Sidorejo, Rp 2,4 miliar. FP warga Barukan Kabupaten Semarang, merugi lebih dari Rp 357 juta, sedangkan AK, tinggal di Ledok Agomulyo, Rp 316 juta. 

Kemudian, MA, warga Popongan Bringin, kerugian sekitar Rp 171 juta.

Total kerugian yang diderita para korban sebesar Rp 4.668.400.000. Untuk mempertangung jawabkan perbuatanya, RA  dikenakan pasal 362 KUHP atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00