Operasi Yustisi di Indekos, Tiga Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring

KBRN, Pati : Tim operasi yustisi gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinporapar, BPKAD, dan DPMPTSP Kabupaten Pati terus menertibkan rumah kos-kosan di Kecamatan Margorejo. Selain menyasar terhadap kelengkapan perizinan tempat kos dan identitas para penghuninya, operasi juga bagian dari penegakan PPKM Level II di Kabupaten Pati.

Sejumlah tempat kos di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo satu per satu didatangi tim operasi. Kebanyakan kos-kosan itu pemiliknya tidak ada ditempat, sedangkan penyewanya orang luar daerah, seperti dari Kabupaten Kudus, Jepara, Kabupaten Grobogan, dan Demak. Sebagian di antaranya kabur ketika mengetahui ada petugas datang.

Diwawancara di sela-sela operasi yustisi, Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Sugiono mengatakan, operasi ke tempat kos tersebut sebagai tindak lanjut komitmen dan deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Pati. “Jadi ini kami cek langsung keberadaan mereka. Ada yang satu lantai, ada yang dua lantai, kami cek perizinanannya dan siapa yang tinggal di sana," tuturnya.

Sebagian dari mereka mengaku pindahan dari eks lokalisasi Lorog Indah. Sugiono menjelaskan, selama ini Satpol PP banyak mendapatkan masukan agar menertiban para penghuni maupun perizinan kos-kosan. Tidak adanya penghuni ditempat, menjadi kendala tim operasi yustisi untuk mendapatkan informasi terkait perizinan. 

Menurut dia, pemilik kos semestinya harus mengantongi perizinan dari Dinporapa, BPKAD, serta DPMPTSP.  “Yang kami temui hanya penghuni kamar kos-kosan yang tanpa identitas, dan belum divaksin. Ini yang memprihatinkan,” ujarnya. 

Tiga pasangan bukan suami istri yang terjaring Tim Operasi Yustisi di salah satu rumah kos, dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Pati. Selain pembinaan, pihaknya juga akan melakukan tes swab terhadap ketiga pasangan tersebut. (Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00