Kasus Pengeroyokan Nelayan, 13 Orang Dihukum Lima Bulan Penjara

KBRN, Rembang : Kejaksaan Negeri Rembang mengeksekusi 13 orang terpidana kasus pengeroyokan dan pengrusakan kapal yang terjadi di perairan sebelah utara Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang pada Januari 2021 lalu. Mereka mulai mendekam di penjara per hari Selasa (14/9/2021).

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rembang, Eko Hartoyo menjelaskan, kasus itu bermula ketika ada dua kelompok nelayan bersisipan di laut saat mencari ikan. Tanpa disengaja baling-baling kapal korban dari Dusun Layur, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem menyangkut tali jaring milik terdakwa, KS.

Hal itu ternyata membuat KS, warga Desa Pangkalan Kecamatan Sluke, tidak terima. KS kemudian kembali ke daratan, untuk meminta bantuan rekannya. Tak berselang lama KS bersama 12 temannya mendatangi kapal korban di tengah laut.

Di situlah terjadi pengeroyokan terhadap empat orang nelayan, sehingga korban mengalami luka-luka. Selain itu, pelaku juga melakukan pengrusakan dua unit kapal milik korban.

“Para terdakwa ke tengah laut lagi, memepet kapal korban. Tanpa bicara, langsung melakukan pemukulan dan merusak kapal korban,“ paparnya.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum menuntut 13 orang terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara. Namun, majelis hakim yang menangani perkara tersebut menjatuhi hukuman tiga bulan penjara.

“Maka sudah menjadi kewajiban jaksa untuk melakukan upaya hukum atas putusan itu,“ kata Eko.

Lantaran putusan hakim tidak sampai separuh dari tuntutan, akhirnya jaksa mengajukan banding. Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Tengah kemudian memutus lima bulan penjara.

Setelah itu, jaksa maupun para terpidana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ternyata kasasi sama-sama ditolak, sehingga kembali pada putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, yakni lima bulan penjara.

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Rembang lalu melakukan eksekusi terhadap 13 orang terpidana. Mereka dimasukkan ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rembang, guna menjalani hukuman.

“Selama sidang, status terdakwa tahanan kota, jadi kami eksekusi para terdakwa yang sudah menjadi terpidana kedalam Rutan, sebagai bagian menjalankan putusan Mahkamah Agung. Proses berjalan lancar, tidak ada perlawanan,“ pungkasnya. (MCS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00