Penyelundupan Psikotropika Digagalkan Petugas Lapas Semarang

KBRN, Semarang :  Upaya penyelundupan psikotropika kedalam lapas kembali terjadi. Untungnya, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang Riski M Ridwan berhasil menggagalkannya pada Selasa (13/4/2021). 

Kejadian berawal pada saat Riski hendak bertugas menuju pos atas melewati branggang tembok. Ketika itu, ia menemukan psikotropika tersebut dalam bentuk bungkusan hitam berjumlah dua bungkus.

Diduga upaya penyelundupan psikotropika tersebut dengan modus melempar dari luar tembok lapas pada waktu jam buka puasa. Selanjutnya, Riski melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Regu Pengamanan dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP).

Temuan itu lalu dilaporkan kepada Kepaka Lapas Semarang Supriyanto, yang kemudian meneruskan kejadian itu ke petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Ngaliyan.

Pada hari Rabu, sekitar pukul 10.00 WIB, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ngaliyan, IPDA Bambang Aryanto, datang ke Lapas Semarang untuk melakukan pemeriksaan dan serah terima barang bukti. 

“Bungkusan itu berisi 200 butir riklona clonazepam dan 190 butir alprazolam yang merupakan psikotropika golongan C,” ungkap Supriyanto. 

Barang bukti penyelundupan psikotropika sejumlah 390 butir tersebut sudah kami serahkan ke Polsek Ngaliyan untuk diproses lebih lanjut. 

Guna mengantisipasi kejadian tersebut, Lapas Semarang berupaya mengusulkan CCTV untuk  penjagaan dan pemantauan diluar tembok. Sekaligus mengoptimalkan petugas dalam melakukan kontrol keliling ke luar tembok secara berkala.

Kalapas sangat mengapresiasi upaya penggagalan penyelundupan narkoba ke dalam lapas oleh petugasnya sebagai wujud komitmen bersama untuk memerangi narkoba. Seluruh petugas dan tamu yang masuk ke Lapas tidak diperbolehkan membawa barang bawaan serta alat komunikasi ke dalam Lapas dengan menyediakan loker untuk penyimpanan barang. (Fajar Sodiq/Tika)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00