Tersisa 1 Dusun Di Magelang Belum Mengungsi

KBRN, Magelang:  Sebanyak 200 warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kamis ( 7/1/2021)

Proses keberangkatan warga yang tinggal di dusun yang berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi tersebut, sempat  tertunda sekitar satu jam, karena hujan cukup deras melanda dusun tersebut.

 Semula, warga telah sepakat untuk meninggalkan rumahnya untuk kembali ke pengungsian pada pukul 12.00 WIB, dan karena hujan  mereka berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, puluhan mobil yang sebagian besar merupakan mobil ambulance telah bersiap di titik kumpul sejak pukul 10.00 WIB.

Selain menggunakan mobil ambulance, dari Kodim 0705/ Magelang juga menyiapkan dua armada truk.

Bahkan ada juga warga yang mengungsi dengan mengendarai sepeda motor.

Tetapi, karena jalan masuk ke Dusun Babadan 2 terdapat Jembatan Kali Jagang yang tidak bisa dilakukan armada truk, truk milik Kodim0705/ Magelang terpaksa menunggu di jalan raya menuju Pos Pengamatan Merapi di Babadan. 

Sedangkan untuk memudahkan para pengungsi yang sebagian besar merupakan kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas, sebagian dari pengungsi terpaksa diangkut secara estafet menggunakan armada ambulance atau mobil pribadi, hingga di jalan raya yang berjarak  sekitar 500 meter dari dusun tersebut. 

Sesampainya di TEA Desa Mertoyudan, para pengungsi sebelum masuk ke dalam ruangan yang telah disediakan, di rapid tes oleh tim kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Camat Dukun, Amin Sudrajad mengatakan, dengan kembalinya para pengungsi dari Dusun Babadan 2 tersebut, hingga saat ini  hanya tersisa satu dusun yang masuk dalam kawasan rawan bencana  (KRB) III Merapi.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00