Tanah Bergerak Tumanggal, Muncul Mata Air dan Retakan

KBRN, Purballingga : Akibat tanah bergerak di Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga pada akhir tahun 2020, muncul mata air di beberapa tempat dan retakan bangunan rumah warga.

Dosen Mitigasi Bencana Geologi, Fakultas Teknik Unsoed Purwokerto Dr Indra Permanajati ST MT memaparkan, longsoran di Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga terjadi mulai hari Rabu (2/12/2020) pukul 6.00, dengan terjadinya pergerakan dan munculnya air tanah.

Kemudian, muncul retakan-retakan rumah, dan beberapa pohon menunjukkan kondisi miring terkena longsor. Semua indikator diatas sebenarnya bukti, jika sudah terjadi pergerakan tanah di Dusun Pagersari.

Itu membuat Tim Pusat Mitigasi Unsoed bersama Tim BPBD, POLRI, Danramil, Babinsa, dan Relawan Bencana melakukan pengecekan sejak awal. Pengecekan dilakukan pada Jumat (4/12/2020) di lokasi longsoran Dusun Pagersari.

Berdasarkan perkembangan selama satu bulan, didapatkan hasil beberapa lokasi bergerak secara lambat yaitu masih di bawah 1,5 meter/bulan. Termasuk dalam kategori longsor bergerak lambat.

Namun, perlu diwaspadai ketika terjadi hujan lebih lebih dari 100 mm/hari, karena bisa mempercepat gerakan tanah. Untuk lokasi yang sebelah selatan desa cukup terjal, jadi kemungkinan yang perlu diwaspadai yang bagian ini karena bisa bergerak dengan cepat.

B. Hasil Pengamatan

Indra yang juga Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mengatakan, pengamatan dilaksanakan di lokasi longsoran Dusun Pagersari. Jarak tempuh dari Kota Purbalingga sekitar 20 menit, dengan kendaraan roda dua atau empat.

Lokasi adalah di jalan kabupaten jurusan Kecamatan Rembang Purbalingga, kemudian belok kiri di Desa Tumanggal sejauh kurang lebih tiga kilometer.

Selanjutnya : Hasil Pengamatan

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00