Kaleidoskop 2020: Bencana Alam, Merapi di Tengah Pandemi

KBRN, Semarang : Awal tahun 2020, hujan deras mengguyur hampir di wilayah Kabupaten Pati menjadi penyebab jebolnya tanggul sungai Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso yang mengakibatkan banjir bandang dan menggenangi pemukiman penduduk setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun jumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang lebih 450 KK  dari 3 RW.

Baca Juga : Siaga Merapi, Siaga Pandemi

Selain itu, banjir yang disebabkan luapan air sungai  juga melanda delapan Kecamatan di Wilayah Kabupaten Grobogan .

Luapan air sungai dan tanggul jebol yang terjadi di Kabupaten Grobogan menyebabkan 2.173 rumah kebanjiran, di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Purwodadi, Penawangan, Karangrayung, Godong, Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug dan Tegowanu.

BPBD Kabupaten Grobogan  langsung mendirikan dapur umum di Pendopo Kabupaten dan Balai Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung guna memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Baca Juga : Borobudur Ditutup Terpaulin

Masih di bulan Januari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah dirugikan 18 miliar rupiah akibat bencana alam.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto menyebutkan 322 bencana yang terjadi di Jateng selama Januari mayoritas merupakan tanah longsor yang mencapai  163 kejadian, 91 bencana angin puting beliung, 52 bencana banjir, dan 16 bencana kebakaran.

Bencana alam tersebut menyebabkan kerugian materi hingga mencapai Rp 18 miliar rupiah lebih. Kerugian terbanyak disebabkan banjir yang menerjang ratusan rumah di wilayah Grobogan, Kendal, Pati, hingga Brebes.

Selain kerugian berupa material, bencana alam  tersebut menyebabkan jatuhnya tiga korban jiwa. Dua orang meninggal akibat bencana banjir, sedangkan satu orang lainnya meninggal akibat terjangan angin puting beliung.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00