Tanggul Kali Dawe Jebol, Ratusan Rumah Warga Tergenang

KBRN, Kudus : Setelah terjadi banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan akibat hujan deras yang terjadi pada Senin (29/11/2021) pukul 17.25 WIB, kini giliran tanggul Sungai Dawe di Desa Golatepus Kecamatan Mejobo yang jebol. Tanggul jebol akibat hujan deras merata di Kudus pada Senin. Ratusan rumah warga di Dukuh Golan Desa Golantepus terendam air antara 30 – 40 cm, Selasa (30/11/2021) dini hari.

Kepala Harian BPBD Kudus, Budi Waluyo mengatakan, tanggul jebol terjadi di Desa Golantepus sekitar pukul 00.15 WIB. Hujan deras membuat debit air di Sungai Dawe cukup tinggi. Kondisi tanggul di Dukuh Golan tepatnya di RT6/ RW I  kritis, sehingga jebol. 

“Dinihari tadi mas, akibat tanggul Sungai Dawe jebol pemukiman warga di Dukuh Golan tergenang air antara 30 – 40 cm. Selain itu rumah warga juga terimbas lumpur yang sebagian juga masuk rumah. Kami sudah mengirimkan tim relawan pagi tadi untuk membantu menambal tanggul yang jebol,” kata Budi Waluyo.             

Sementara itu, Kades Golantepus, Nur Taufiq mengatakan, sampai pukul 14.00 WIB air dipemukiman warga sudah surut. Namun, ada dua tanggul di Sungai Mrisen yang juga jebol dan menggenangi persawahan. Sedikitnya sekitar 5 hektare sawah yang terendam air antara 5 – 10 cm. Khusus warga RT6/ RW I sudah tidak ada genangan air, hanya saja dinihari tadi air banjir melewati pemukiman tersebut.

“Untuk warga di RT2 dan RT3 di RW 2 masih terdapat puluhan halaman rumah yang tergenang antara 30-40 cm hingga pukul 14.00 WIB. Memang mengganggu aktivitas warga mas, tetapi mereka sendiri sudah terbiasa,” kata Nur Taufiq.

Terkait kondisi tanggul Sungai Dawe yang jebol, hal itu sudah diatasi dengan mengunakan tanah urug padas dari BPBD Kudus. Warga dibantu relawan, TNI/Polri serta pemerintah kecamatan bersama – sama kerja bakti mengurug tanggul Sungai Dawe yang jebol itu. Sore nanti akan dilanjutkan kembali.

Tanggul Sungai Dawe yang jebol itu tidak hanya menggenangi wilayah Desa Golantepus saja, tetapi juga berimbas pada Desa Mejobo yang berada diselatan Desa Golantepus. Perempatan Mejobo sendiri sempat terendam air hingga ketinggian mencapai 60 cm pada pukul 07.00 Wib.

Namun dari pantauan pukul 14.00 Wib, air sudah surut dan ketinggian sekitar 20 cm pada jalur utama dari Desa Jepang ke arah Pasar Brayung. Namun untuk jalur dari perempatan Mejobo ke Desa Golantepus air masih menggenang sekitar 40 cm.

Yuni (26) warga RT. 4 RW. I Desa Mejobo Kecamatan Mejobo mengatakan air masuk ke halaman rumah sekitar pukul 03.00 Wib. Dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 cm. Jam 14.00 air sudah surut dan tinggal sekitar 10 cm.

”Saya mau kerja terjebak banjir, dan harus muter mencari jalur aman. Sekarang sih sudah surut pak. Dan genangan air dihalaman rumah masih tersisa sekitar 10 cm. Namun untuk jalur perempatan Mejobo ke Desa Golantepus masih sekitar 40 cm. Namun untuk perempatan Mejobo ke arah timur maupun barat genangan masih sekitar 20cm,”jelasnya.(RoyKusuma)  

 

  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar