Pemakamaan Covid- 19 di Banyumas, Mulai Terkendala Ketersedian Mobil Jenazah

Istimewa

KBRN, Banyumas    : Kasus kematian akibat Covid- 19 di Banyumas, dalam dua pekan terakhir rata- rata setiap hari mencapai belasan orang. Padahal sebelumnya kasus kematian setiap hari di Banyumas akibat Covid- 19,  pada kisaran 5 orang.  

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Andi Risdianto mengatakan  dampaknya ada sejumlah jenazah yang terpaksa harus dimakamkan keesokan harinya, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. 

Seperti pada Senin ( 28/6/2021) ada 10 jenazah pasien dan suspek Covid- 19 yang dimakamkan pada Selasa ( 29/6/2021). Selain itu ada empat jenazah pasien Covid-19, yang terpaksa dimakamkan pada Rabu (30/6/2021) padahal mereka meninggal dunia pada Selasa. 

Menurut Andi ada sejumlah penyebab pasien Covid-19 yang dimakamkan pada hari berikutnya, selain atas permintaan keluarga. Namun sebagian besar akibat terkendala mobil jenazah, selain itu tidak adanya warga yang membuat lubang makam. Khususnya pada kasus kematian pasien Covid- 19 pada malam hari. 

“ Kesulitan kita kadang di mobil ambulance atau mobil jenazah, mobil ambulance itu dari rumah sakit. Nah sementara itu rumah sakit melayani banyak lokasi juga, nah jumlah ambulan di rumah sakit itukan terbatas. Jadi kadang pemakamaan Covid, kita harus menunggu datangnya ambulance yang cukup lama,”kata Andi di Purwokerto. 

Diterangkan oleh Andi, karena meningkatnya pasien Covid-19 saat ini terdapat enam tim yang siap melakukan tugas pemakamaan. Satu tim terdiri dari 10 orang, yang berasal personil dari BPBD, Tagana,  TNI, Kepolisian, Linmas, serta relawaan. 

Selain itu masih terdapat empat tim lainya, yang sudah dibentuk dan sudah menjalani pelatihan prosedur ketat pemakamaan pasien Covid-19 pada pekan kemarin. 

Pada Hari Selasa kemarin terdapat 16 orang yang meninggal, terdiri pasien positif dan suspek Covid-19. Sementara itu total jumlah kematian akibat Covid- 19 di Banyumas 1-29 Juni 2021 sebanyak 157 orang, dengan jumlah total sejak pandemi di Banyumas terdapat 691 orang. (RA). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00