RSI Banjarnegara Sulap Barang Bekas Jadi Alat Cuci Tangan Tanpa Sentuh

KBRN, Banjarnegara: Inovasi di bidang kesehatan terus dilakukan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, kali ini menyulap barang bekas menjadi barang bermanfaat, yaitu sebuah alat cuci tangan tanpa sentuh yang mampu mengeluarkan sabun dalam bentuk buih atau foam. Alat ini rencananya diberi label BIH Infrared Handsoap (BIH, Banjarnegara Islamic Hospital).

Dibawah pembinaan Direktur RSI dr Agus Ujianto, tim informasi dan teknologi (IT) RSI dalam waktu kurang lebih satu bulan, mulai dari mencuatnya ide, pengumpulan bahan, assembling, hingga barang jadi

Salah satu tim IT RSI Basuki mengatakan timnya yang terdiri 5 orang, Akbar, Della, Dodi, Harry dan dirinya awalnya berfikir tentang bagaimana memanfaatkan sejumlah barang bekas disekitarnya agar jauh lebih bermanfaat. Yang akhirnya tercetuslah sebuah alat untuk mengeluarkan sabun berbentuk foam.

"Alatnya sebagian besar dari barang bekas. Mulai dari rotor bekas cd room, selang bekas infus printer, tempat sabun, botol bekas, batre bekas. Yang harus beli hanya sensor prosesornya," jelasnya.

Terkait keunggulan diantaranya, mudah dipindahkan, wateeproof, tanpa sentuh, sumber daya batre awet sekali isi bisa digunakan sampai dua hari. Sabun yang dihasilkan berbentuk foam lembut di tangan, tidak menyebabkan kulit kering. Sabun yang digunakan bisa sabun cair atau sabun batang yg ditumbuk dan dihaluskan.

"Untuk komposisi perbandingannya dua banding satu, dua air satu sabun. Tidak perlu dikocok, karena akan tercampur tersendiri karena ada alat mixingnya," tandasnya.

Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto Rabu (16/6/2021) petang mengatakan, penemuan alat tersebut diharapkan mampu memberi sumbangsih kepada Banjarnegara dan bangsa. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. "Kami berharap alat sederhana ini mampu memberikan sumbangsih bagi masyarakat di masa pandemi," katanya.

dr Agus menambahkan, penemuan penemuan yang selama ini dihasilkan RSI sudah banyak digunakan di masyarakat. Bahkan di lembaga lembaga milik pemerintah. (jkw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00