Priksa Plt Bupati Kudus-Sekda, Kejati Jateng Beri Masukan Perbaikan PDAM

KBRN, Semarang: Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah memeriksa 4 orang saksi yang terkait dengan kasus suap penerimaan pegawai PDAM Kudus pada Senin ( 27/7/2020).

Dua diantaranya yakni Plt Bupati Kudus Hartopo dan Sekda Kudus Samani Intakoris yang terpantau datang menenuhi panggilan Kejati Jateng.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana mengatakan keterangan mereka dibutuhkan guna mengetahui secara pasti mekanisme pengangkatan tersangka Direktur PDAM Kudus. Meskipun diketahui, pengangkatan Dirut kala itu dilakukan oleh bupati lama, M Tamzil yang kini meringkuk dijeruji besi.

“Bupati dan Sekda sebenarnya kan membina dan yang memiliki PDAM Kudus ya, mau ga mau secara administratif yang bertanggungjawab atas pengangkatan Direktur PDAM kan yang bersangkutan,” terangnya.

Menurutnya, pengangatan Dirut PDAM penuh tanda tanya. Pasalnya, Ayatullah Humaini diketahui diangkat meski ada putusan pengadilan yang ingkrah.

“Pengangkatan seorang direksi harus terbebas dari tindak pidana, sementara mereka diangkat padahal sudah ada putusan pengadilan yang ingkrah, itu jadi bahan pertanyaan bagi kita. Meskipun yang mengangkat bukan Plt tapi Bupati yang lama,” terang Ketut Sumedana.

Oleh karenanya, momentum kedatangan kedua pejabat Kudus ini dimanfaatkan kejaksaan untuk memberikan masukan dalam perbaikan PDAM Kudus kedepannya.

“Tapi yang utama itu bagaimana kita melakukan perbaikan PDAM kedepan, karena di tengah morat maritnya PDAM Kudus ini perlu kita memanggil Plt dalam rangka perbaikan PDAM, masukan-masukanlah yang kita berikan,” ujar Aspidus.

Menurut tim penyidik, 1 Direksi saja tidak cukup untuk memimpin PDAM Kudus. Idealnya, dengan 3.500 pelanggaran terdapat 3 Direksi dan 1 Komisaris yang bertugas mengawasi pelaksaan PDAM Kudus kedepan.

“Kalau dengan sistem sekarang terlalu powerfull itu, Direktur utama Kudus itu, secara  Undang- Undang harus ada 3 Direksi seperti Direktur teknik, Direktur pemasaran dan utama serta 1 komisaris,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00