Hidup Mengelandang, Pemuda Asal Bali Curi Handphone

KBRN, Semarang : Pemuda asal Bali ditangkap jajaran Polsek Tembalang Kota Semarang usai  melakukan aksi pencurian di sebuah rumah di Perumahan Graha Aura Ketileng Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang, Jumat (3/5/2020) sekira pukul 13.00 WIB.  Pelaku berinisial FAS (26) warga Kelurahan Ubung Raja Kecamatan Denpasar Utara Kota Denpasar.

Panit 2 Reskrim Polsek Tembalang Ipda Endro Soegijarto menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat pelaku melintas dengan berjalan kaki di depan rumah korban. Saat melintas, pelaku melihat pemilik rumah keluar bersama istirnya naik sepeda motor namun tidak mengunci gerbang rumah.

“Awalnya pelaku hendak masuk rumah melalui jendela dekat pintu. Namun lantaran posisi jendela mencolok dapat dilihat oleh pengguna jalan di perumahan itu. Pelaku lantas mencari jendela lain yang posisinya tersembunyi yaitu di samping rumah,” tutur Endro, Senin (1/6/20).

Setelah berhasil masuk rumah melalui jendela yang tidak terkunci, FAS mengeledah rumah korban untuk mencari barang berharga. Kemudian pelaku menemukan satu unit handphone jenis Iphone 5S yang tergeletak di atas kasur.

"Setelah berhasil mengambil handphone itu pelaku langsung pergi meninggalkan rumah korban melalui akses jendela yang sama," terang Endro.

Sesuai mendapat perintah dari Kapolsek Tembalang Kompol Mas'ud, anggota Reskrim Polsek Tembalang melakukan penyelidikan kasus pencurian tersebut. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi mengetahui ciri-ciri pelaku.

“Pelaku berhasil di tangkap anggota Reskrim Polsek Tembalang atas informasi dari masyarakat yang melihat pelaku sedang berjalan kaki di jalan Kedungmundu Raya Tembalang , Jumat (22/5/2020),” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan Endro menambahkan, pelaku telah menjual handphone hasil curian tersebut dengan cara mempostingnya ke media sosial seharga 550 ribu rupiah. Adapun alasan tersangka mencuri untuk kebutuhan hidup sehari – hari.

“Pelaku hidup menggelandang di Semarang dengan tinggal berpindah-pindah, sebelumnya pelaku merantau di Bandung untuk kuliah pada tahun 2016. Lalu bekerja di Yogyakarta pada 2017 kemudian pindah kerja ke Semarang pada 2018,” terangnya.

Akibat aksi pencurian yang dilakukan tersangka, FAS dijerat pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00