Baru Awal Tahun, Satres Narkoba Polrestabes Semarang Berhasil Ungkap 3 Kasus

KBRN,  Semarang : Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang berhasil mengungkap dan meringkus tiga pelaku kasus peredaran narkoba jenis shabu dan ekstasi di Kota Semarang. Masing - masing pelaku diketahui berinisial ND alias pendek (30) warga Kel Miroto Kec. Semarang Tengah, LDS (21) warga Mijen dan TS (28) warga Gunungpati Semarang.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Yudi Arto Wiyono mengatakan  pihaknya mengungkap tiga kasus peredaran narkoba dengan tiga tersangka berbeda.

" Pengungkapan di awal tahun ini jumlahnya besar dengan lokasi berbeda dalam satu hari, diantaranya Semarang Tengah, Mijen dan Gunungpati. Untuk di Semarang Tengah kami amankan pelaku ND alias pendek, Sabtu (18/1/2020) di Pekunden, Semarang Tengah, sekitar pukul 20.30 Wib. Kemudian saat digeledah terdapat barang bukti 155 gram sabu, 51 ekstasi, 2 hp, 4 klip kosong, 1 timbangan digital dan alat hisap shabu (bong)," terang Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Yudi Arto Wiyono saat press rilis di  Mapolrestabes Semarang, Rabu (21/1/2020). 

"Atas perbuatannya, tersangka ND dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati," tuturnya. 

Lanjut Yudi Arto, Satresnarkoba Polrestabes Semarang juga mengamankan dua tersangka pengedar dan penyalahgunaan narkoba. Kali ini penangkapan di Mijen dan Gunungpati Semarang. 

Dalam penangkapan pelaku LD dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkoba. Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku tersebut.

" Pada pukul 13.30 pelaku dibekuk beserta barang bukti pil ekstasi berbagai jenis, di Jalan Jatisari, Mijen, Semarang. Dari pengakuannya barang itu milik seseorang yang akan diambil dengan diletakkan di sebuah alamat," jelas Kasat Resnarkoba.

Sedangkan pada Senin (20/1/2020), Satresnarkoba Polrestabes Semarang berhasil menangkap TS (28) di Kalipancur, Ngaliyan, Semarang sekitar pukul 21.00 Wib. Saat ditangkap dan penggeledahan ditemukan barang bukti puluhan ribu butir pil Trihexyphenidyl, Hexymer, Dextro dan ratusan butir Riklona. 

" Selain sebagai kurir, TS juga mengkonsumsi barang haram tersebut," ujar Yudy Arto 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka LDS dan TS dikenakan pasal 187 Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan atau pasal 62 Undang-Undang RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00