Masih Tergenang, Warga Butuh Kolam Retensi

KBRN, Semarang : Letak geografis Desa Sayung Kecamatan Sayung Kabupaten Demak yang berada dicekungan sering mengakibatkan pemukiman warga terkena banjir. Meski kini telah memiliki dua mesin pompa, namun ketika banjir dan rob air tetap lama surut.

Kepala Desa Sayung Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Munawir kepada RRI menerangkan, telah memiliki dua mesin pompa berasal dari swadaya masyarakat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Tengah. Namun, ketika banjir dan rob air tidak dapat surut sama sekali lantaran minimnya kapasitas pompa.

“Kapasitas pompa air kecil, jadi hanya mampu mengurangi genangan air dipermukiman sehingga tidak bisa menyedot hingga surut. Apalagi letak desa kami lebih rendah dari sungai,” imbuhnya, Jumat (29/5/20).

Dijelaskan, setiap hari terdapat petugas dari linmas desa berjaga mengoperasikan pompa ketika air pasang laut datang. Namun, untuk pompa air dari BBWS digunakan secara bergilir dengan desa lain.

“Kemarin pompa air dari BBWS digunakan bergilir dengan desa Sriwulan karena disana air lebih tinggi,” ujarnya.

Munawir mengemukakan, diperlukan kolam retensi dan rumah pompa agar air dapat cepat surut. Selain itu warga juga mengharapkan adanya bendung karet untuk membendung air ketika terjadi rob.

“Kalau ada bendung karet kan dapat menahan air pasang laut tidak masuk ke permukiman, apalagi disini juga banyak petani merugi ketika rob merusak lahan persawahan,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00