Semasa Pandemi Covid-19, Sembilan Anak di Kendal Putus Sekolah

KBRN, Kendal : Angka anak putus sekolah di tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kendal pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021 relatif kecil. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, selama masa pandemi tahun 2020 dan 2021 di Kabupaten Kendal, terdapat 5 anak putus sekolah di jenjang SD dan 4 anak di jenjang SMP, baik negeri maupun swasta.

 

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, kondisi pandemi di tahun 2020 dan 2021 cukup berat bagi dunia pendidikan. Kondisi anak yang putus  kondisi cukup beragam, namun sebagian besar karena faktor motivasi, yaitu anak malas belajar. "Usaha yang dilakukan di antaranya melakukan komunikasi pendekatan dengan orang tua untuk mencari tahu faktor yang menyebabkan anak yang malas sekolah," katanya. 

Kepada pihak sekolah pun sudah dimintai  untuk memantau anak yang  motivasi belajarnya menurun. "Kami berpesan kepada kepala sekolah supaya betul-betul untuk diidentifikasi atas adanya potensi anak-anak yang mungkin motivasi belajarnya menurun, sehingga rentan putus sekolah, karena jangan sampai ada satu anak pun yang putus sekolah," tegasnya.

 

Sementara itu Kepala SD Negeri 1 Kebonharjo Patebon, Anas Makruf menjelaskan, PJJ memang banyak mengalami kendala. Untuk itu guru akan mendatangi anak yang mengalami kesulitan belajar secara online. Menemui orang tua untuk mencari solusi agar anaknya kembali aktif mengikuti pelajaran supaya tidak ketinggalan. "Rekan-rekan guru biasanya mendatangi rumah menemui orang tuanya untuk mencari solusi bersama supaya anaknya kembali aktif belajar," katanya.

 

Setelah PTM dimulai anak-anak menjadi senang. Orang tua juga tidak terlalu repot mengawasi anaknya, apalagi yang orang tuanya bekerja di luar rumah. 

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar