Terendam Rob, PTM 6 Jam Pelajaran SDN 3 Bandengan Kendal Ditunda

KBRN, Kendal : Akibat ruang kelas terkena banjir rob, SD Negeri 3 Bandengan Kendal menunda pembelajaran tatap muka 100 persen dengan 6 jam pelajaran yang sedianya diberlakukan mulai Senin (17/1/2022). Di SD yang memiliki 184 murid itu ada 2 bangunan, yang masing-masing bangunan memiliki 3 ruang kelas. Ruang kelas di bangunan sebelah utara sudah ditinggikan, sehingga cukup aman digunakan untuk belajar, sedangkan bangunan yang satunya di sebelah selatan belum ditinggikan, sehingga selalu terkena air rob.

Kepala SD Negeri 3 Bandengan Kendal, Siti Mardiyah mengatakan, kondisi 3 ruang kelas di bangunan sebelah selatan masih kotor akibat terkena rob, maka belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar. Untuk itu kegiatan belajar masih menerapkan 4 jam pelajaran dengan menggunakan 3 ruang kelas di bangunan yang sudah ditinggikan, secara bergantian atau dibagi menjadi 2 shift. "Kalau 4 jam pelajaran, untuk PTM bisa dibagi dua shift, tetapi untuk PTM 6 jam pelajaran, waktunya tidak bisa dibagi dua shift, maka hari ini terpaksa masih PTM 4 jam pelajaran," jelasnya.

Rencananya ruang yang terkena rob akan dibersihkan, sehingga mulai Selasa besok bisa digunakan untuk belajar, sekalipun rob datang. Para siswa dan guru pun harus memakai sepatu bot. "Hari ini akan dibersihkan, supaya besok bisa digunakan untuk belajar, sehingga PTM 6 jam pelajaran bisa dilakukan," katanya.

Pramono, guru SD Negeri 3 Bandengan menambahkan, banjir rob hampir terjadi tiap hari sejak dua tahun lalu. Rob datang tidak menentu, kadang datang mulai sore atau malam, kadang juga datang setelah dini hari atau pagi. Jika rob datang setelah dini hari, maka air rob mulai surut setelah siang hari, sehingga kondisi ruang kelas tergenang air rob. "Sejak dua tahun lalu hampir tiap hari terjadi rob di sini, dan kelas yang terkena air tetap digunakan, meski tidak nyaman harus pakai sepatu bot," ujarnya.

Pihak sekolah sudah mengajukan kepada pihak Dinas Pendidikan agar segera dilakukan penanganan dan pada Desember 2021 lalu dari pihak dinas sudah melakukan pengukuran ruang kelas yang terkena rob. Harapannya pada tahun ini bisa dilakukan rehab atau lantai ruang kelas ditinggikan.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar