Orang Tua Dukung PTM Tetap Digelar Usai PAS

KBRN, Batang : Kemendikbudristek membuat kebijakan penundaan libur sekolah saat Natal dan Tahun Baru sesuai Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2021. Penundaan libur, sekaligus menggantinya dengan tetap menggelar kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) usai pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS). Kebijakan ini mendapatkan dukungan dari orang tua.

Pasalnya, sudah dua tahun siswa banyak yang libur dalam waktu lama. Dikhawatirkan jika anak mendapatkan libur yang terlalu lama, akan berdampak pada kemampuan anak dalam menerima materi pelajaran.

Kepala SDN Kauman 7, Afroni menyampaikan kegiatan PTM semester 2 yang dilaksanakan di akhir bulan Desember 2021 hingga awal Januari 2022, hanya sebuah pergeseran saja.

“Bapak/ibu guru sudah menyusun kurikulum untuk satu tahun, jadi tidak masalah kalau PTM semester 2 diajukan. Karena semester pertama sudah berjalan, di semester dua kami tinggal melanjutkan saja,” ungkapnya saat ditemui di SDN Kauman 7, Kabupaten Batang, Selasa (7/12/2021).

Ia bersama para guru sudah memberikan pemahaman baik kepada orangtua maupun anak didik. Bahwa libur semester ganjil tahun ini dilakukan sedikit pergeseran.

“Awalnya memang ada sedikit kekecewaan dari anak didik, karena waktu liburnya berbeda. Tapi mereka kami beri pengertian karena pandemi saat ini belum berakhir, jadi semua harus lebih berhati-hati,” imbaunya.

Ia mengharapkan, segala kegiatan luar ruangan di akhir tahun, untuk sementara diminimalisir.

“Bagi anak didik yang belum begitu memahami materi semester 2, karena digelar lebih awal, bisa berkonsultasi dengan guru. Yang jelas persiapkan diri kalian karena setelah selesai pelaksanaan PAS, langsung dilanjutkan pelajaran masuk di semester 2,” tegasnya.

Ditemui secara terpisah, salah satu orangtua murid, Nila mengutarakan, selama pandemi belum usai, tidak berencana untuk berlibur bersama keluarga.

“Akhir tahun tidak usai liburan, tidak apa-apa, malah bagus. Kasihan juga untuk anak-anaknya kalau libur terus, bisa ketinggalan pelajaran,” tegasnya.

Ia mendukung kegiatan PTM di akhir tahun, karena putrinya saat ini duduk di kelas V, sehingga membutuhkan persiapan yang lebih maksimal, sebelum naik kelas VI.

“Kalau libur terus kan persiapan menjalang ujian jadi kurang maksimal,” ujarnya.

Ia bersama keluarga berencana tetap liburan di rumah, apalagi saat ini ada varian Omocron yang mulai merambah ke beberapa negara.

“Ya walaupun belum sampai ke sini, harus lebih hati-hati lagi. Virusnya lebih berbahaya dari sebelumnya, jadi harus jaga kesehatan, meskipun sudah divaksinasi dua kali,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar