Penyebaran Klaster COVID-19 di Lingkungan Sekolah Perlu Evaluasi

KBRN, Semarang :  Selama pandemi COVID-19 berlangsung, kegiatan belajar dialihkan menjadi secara daring atau biasa disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Akan tetapi, belakangan ini, diduga ada wilayah yang menjadi klaster COVID-19 sekolah saat PTM berlangsung. Salah satunya adalah sekolah di Jawa Tengah (Jateng).

Apalagi, saat PTM dihentikan, puluhan siswa dinyatakan positif COVID-19 yakni di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Mrebet di Kabupaten Purbalingga dan 8 sekolah di Kabupaten Blora, Jateng. Hal ini pun menjadi sorotan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Pemerintah daerah (Pemda) untuk segera menindaklanjuti adanya dugaan muncul klaster COVID-19 sekolah saat PTM berlangsung. Adapun bentuk tindak lanjut yang dimaksud Bamsoet adalah dengan mengevaluasi penyebab terbentuknya klaster COVID-19 di lingkungan sekolah tersebut.

"Sehingga dapat diketahui apakah klaster tersebut benar-benar terjadi akibat PTM atau merupakan penyebaran dari tempat lain," terang Bamsoet dalam keterangan, Jumat (24/9).

Selain itu, Bamsoet juga meminta agar Pemda Jateng segera mensterilisasikan lingkungan sekolah yang menjadi klaster COVID-19. Kemudian, pengurus sekolah juga diminta untuk menutup sementara pelaksanaan PTM dan kembali menggunakan metode daring atau PJJ.

Selanjutnya, kata Bamsoet, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diminta untuk memperbanyak dan mengakselerasi pemberian vaksinasi COVID-19 bagi anak-anak usia 12-17 tahun. Hal ini dinilai penting untuk dilaksanakan, sebab keguatan PTM sudah dimulai.

Kemudian juga perlu penguatan proteksi pada anak ketika harus melakukan kegiatan PTM. Tak lupa, Bamsoet juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan PTM di sekolah.

"Meminta Kemendikbudristek untuk mengawasi pelaksanaan PTM di sekolah-sekolah lainnya," tandas Bamsoet. "Baik dari penerapan protokol kesehatan, kesiapan sarana prasarana pendukung PTM, pertimbangan syarat vaksin bagi tenaga pendidik dan pendidik juga siswa-siswi yang melakukan PTM, dan dilakukan tes COVID-19 secara berkala bagi tenaga kependidikan, pendidik, dan siswa-siswi yang kembali bersekolah secara tatap muka."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00