Tim Pengabdi FH Unnes Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Santri

KBRN, Semarang : Masih banyak masyarakat Indonesia yang telah menggunakan produk/ layanan jasa keuangan, namun belum memahami dengan baik hal lainnya, seperti hak dan kewajiban serta manfaat dan risikonya. 

Berangkat dari kepedulian pada pendidikan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa, tim Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar pembekalan literasi inovasi keuangan digital di Gedung Pelajar Pondok Pesantren (Ponpes) As Shodiqiyyah Kota Semarang, Sabtu (12/6/2021). 

"Saat ini semuanya serba digital, santri pun harus dapat mengisi era tersebut, tidak saja sebagai konsumen, tetapi harus tampil juga sebagai produsen. Pembekalan ini diikuti 40 santri pondok pesantren, mereka antusias mengikuti kegiatan literasi keuangan digital," kata Ketua Tim Pengabdi FH Unnes, Ayup Suran Ningsih SH LL M MH. 

Dalam kegiatan pengabdian ini, sekaligus diisi sosialisasi atas adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 13 /POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital Di Sektor Jasa Keuangan. Menurut Ayup, ponpes menjadi sasaran literasi digital, mengingat jutaan santri masa kini adalah aset bangsa masa depan. 

Terlebih lagi, pada 2045 mendatang, negara memiliki cita-cita Indonesia Emas. Ini harus disambut baik oleh pesantren sebagai lembaga pendidikan yang jadi tempat para santri menggantungkan masa depannya. 

Dia mengatakan, bonus demografi yang diperkirakan mengalami puncaknya di tahun-tahun yang sama harus disikapi serius oleh pesantren. Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013, diketahui tingkat literasi masyarakat Indonesia hanya sebesar 21,8 persen. 

Adapun, prosentase masyarakat Indonesia yang telah menggunakan produk/ layanan jasa keuangan (utilitas) sebesar 59,7 persen. Selain Ayup sebagai ketua, empat tim anggota pengabdi yaitu Ubaidillah Kamal SPd MH, Nurul Fibrianti SH MHum, dan dua orang mahasiswa, Prita Fiorentina dan Iin Farlina. 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim FH Unnes mengusung tema "Edukasi Perkembangan Keuangan Digital dan Aspek Hukum yang Menyertainya Bagi Santri Pondok Pesantren (Ponpes) As Shodiqiyyah Kota Semarang". Pengasuh Ponpes As Shodiqiyyah Semarang drg Rizki Amalina MSI hadir dalam kegiatan ini. 

Setelah mendapat edukasi tim pengabdi, para santri dapat mengetahui, penggunaan Inovasi Keuangan Digital dapat memudahkan dalam menyelesaikan transaksi dan beberapa aktifitas lainnya. "Penggunaan inovasi keuangan digital ini aman, jika pengguna memperhatikan dan mengetahui dengan penuh kesadaran terhadap ketentuan-ketentuan yang berlaku," jelas Ayup. 

Setelah kegiatan pengabdian, para santri dapat mengetahui kekurangan, kelebihan, dan risiko yang ada dalam penggunaan Inovasi Keuangan Digital. “Baca sebelum Klik!,” ujarnya menutup kegiatan pengabdian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00