Ali Mufiz dan Azhar Combo Raih Budai Award dari Unissula

KBRN, Semarang : Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) memberikan anugerah Budai Awad kepada KH Ali Mufiz dan Azhar Combo.

Budai Award merupakan penghargaan yang diberikan setiap tahun sekali kepada tokoh-tokoh muslim yang memiliki pengaruh dan berkontribusi penting dalam bidangnya masing-masing untuk bangsa, negara, agama, lingkungan dan masyarakat.

Biasanya budai award deberikan kepada tokoh di luar yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, namun untuk tahun 2022 ini Budai Award diberikan kepada 2 tokoh di lingkungan YBWSA, yaitu KH Ali Mufiz dan Azhar Combo.

Rektor Unissula Prof Doktor Gunarto, SH MH dalam sambutannya mengatakan, keduanya selain sangat getol dalam membangun Budaya Akademik Islami (Budai) dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama, juga telah membesarkan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) dan Unissula sebagai Perguruan Tinggi unggul.

“Keduanya merupakan sosok Inspiratif. Semoga mampu terus meningkatkan dan mengembangkan Budai Award untuk menciptakan generasi khairrah ummah,” ucapnya saat acara penyerahan Budai Award yang berlangsung di kampus Unissuula, Jalan Kaligawe Semarang, Kamis (18/8).

Menurutnya, Drs. H. Ali Mufiz, sebagai anggota Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, telah berkontribusi dalam gerakan kebudayaan akademik Islam yang telah mengintegrasikan antar sains dan ilmu agama Islam untuk memajukan Pemerintah Jawa Tengah yang makmur dan dirahmati Allah. Sementara Azhar Combo adalah ketua YBWSA dan Inspirator pemersatu Unissula yang telah berkontribusi dan menggerakkan Budai di YBWSA.

Azhar Combo seusai menerima Budai Award, kepada wartawan mengemukakan, Budai adalah budaya Islam. Sehingga jika kita sudah mengamalkan Islam dengan baik, itu berarti juga sudah menjalankan Budaya Islam yang diterapkan di lingkunganYayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA).

“Penerapan Budaya Islam itu contohnya seperti saat kita makan dan minum, yaitu kita duduk jangan berdiri, apalagi dengan berjalan. Kemudian menengok orang sakit, memberi bantuan kepada orang yang mebutuhkan, berbakti kepada orang tua dan sebaginya,” ujarnya.

“Disamping itu jika dipercaya menjadi pejabat jangan Korupsi. Jangan sekali-kali melakukan tindakan korupsi. Karena korupsi itu betul - betul menyengsarakan rakyat. Apalagi dengan Kemerdekaan RI yang ke-77 ini  harusnya pemerintahan kita sudah bersih dari korupsi. Korupsi sudah harus hilang dari negara kita tercinta ini,” pungkasnya.

Sejak Award Budai diberikan pertama kali pada tahun 2009 lalu, sudah banyak tokoh nasional maupun internasional yang telah mendapatkan penghargaan terdebut. Diantaranya Mustaq Ahmad dari singapura yang berkontribusi dalam bidang Islamic Entrepreneur, Dr Ujang Iskandar dari bidang pelayanan publik, Buya Hamka (alm) dalam bidang kemanusiaan, dan juga Prof  Dr Moh Mahfud MD dalam bidang hukum.

Selain itu juga pernah diberikan kepada para tokoh besar lainnya di bidang pendidikan, antara lain Dr dr Rofiq Anwar SpPA (alm), KH Zarkasi (alm), KH Maemoen Zuber (alm) Prof Dr Imam Suprayoga, dan Prof Dr M Nuh.

Selain penganugaerahan Budai Award, kegiatan bertajuk 72 Tahun YBWSA Berkhidmat tersebut juga dilakukan launching buku sejarah YBWSA bertajuk “Meretas Jalan Menuju Umat Berkeadaban”, karya Dr Didiek Ahmad Supadie MM (Sekertaris YBWSA). (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar