Latih Masyarakat Buat Pot Lukis, Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

PELATIHAN LUKIS POT : Warga Kembangarum serius berlatih melukis pot tanaman.

KBRN, Semarang : Tim Pengabdian Masyarakat, FTI Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali memberikan pelatihan melukis dengan media pot tanaman di balai RT8/ RW10, Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (3/7/2022). 

Ketua program kegiatan mengenalkan pot lukis ialah Slamet Budirahardjo ST MT yang juga kepala laboratorium program studi (prodi) Teknik Sipil UPGRIS.

Dosen prodi Informatika UPGRIS, Setyoningsih Wibowo ST M Kom yang juga Sekretaris Penjaminan Mutu Fakultas Teknik dan Informatika menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian tersebut. Dengan sabar memberikan materi yang berkaitan dengan melukis.

"Kami mengajarkan melukis pada media pot tanaman. Mulai kesiapan media melukis, pemilihan cat yang cocok digunakan sesuai media yang dipakai dan peralatan pendukung lainnya," ungkap Nining, sapaan akrab Setyoningsih, Minggu (3/7/2022). 

Menurut Nining, pot yang selama ini diketahui adalah media tanam yang sederhana dan hemat tempat. "Pot yang sering kami jumpai cenderung biasa atau polos. Hingga munculah ide untuk mengembangkan pot lukis, agar lebih terlihat berbeda dari pot biasanya serta menambah nilai jual," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, program pot lukis yang awalnya diperuntukkan untuk ibu-ibu di wilayah RT8/ RW 10 Kembangarum, belakangan justru mendapat sambutan hangat dari para bapak-bapak dan anak muda yang turut ikut serta dalam kegiatan. 

Bahkan kegiatan pot lukis ini diajarkan langsung oleh ahlinya yang sudah lama berkecimpung  didunia seni lukis yaitu H Edwin Yudanto yang juga salah satu warga RT8.

Segala peralatan untuk melukis mulai dari pot, kuas, cat tiner dan alat lainnya sudah disediakan tak hanya itu tempat yang nyaman selama melukis sudah terjamin. 

Anggota tim pengabdian lainnya, Noora Qotrun Nada ST MEng, tak lain Kepala Laboratorium Prodi Informatika yang membantu mengkoordinasi peserta. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kelompok agar dalam pelaksanaan pelatihan lebih efektif. Di sisi lain, anggota tim pengabdian lainnya Drs Bagus Priyatno ST MT yang membantu dalam pengaturan kelompok.

Sementara itu, Ketua RT8 Eko Prayitno mengatakan, banyak bentuk pelatihan yang diadakan dari UPGRIS, seperti membuat pot lukis, selanjutnya ada gantungan pot, serta digital marketing. 

"Antusiasme warga sangat tinggi, warga RT8 dapat tergerak untuk terus berkembang dalam melakukan wirausaha secara mandiri," ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar