Kuliah Umum PSHE UKSW, Bahas Peluang dan Tantangan G20

KBRN, Semarang : Pusat Studi Hukum Ekonomi (PSHE) Fakultas Hukum (FH) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum mengangkat tema Peluang dan Tantangan G20 dalam Transformasi Ekonomi Berbasis Digital dan Transisi Menuju Energi Berkelanjutan, belum lama ini. Kegiatan diselenggarakan secara online dengan platform Zoom Meeting. Kuliah umum ini menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Austria Dr (iur) Damos Dumoli Agusman SH MA sebagai narasumber tunggal.

Kegiatan yang diikuti 200 peserta dibuka Dekan FH UKSW Dr Marihot J Hutajulu SH MHum yang juga sekaligus moderator. "Dengan kuliah umum ini, harapannya mahasiswa mendapatkan tambahan pengetahuan dibidang hukum dan juga hubungan internasional," jelasnya dilansir dari laman UKSW. 

Marihot Hutajulu mengatakan, tema yang diangkat dalam kuliah ini dipilih melihat pesatnya perkembangan yang terjadi di dunia internasional, yaitu isu mengenai G20. Dalam kesempatan ini, narasumber memaparkan tujuh isu penting menyambut G20, antara lain selayang pandang perkembangan, posisi strategis, capaian signifikan, presidensi Indonesia, peluang dan tantangan presidensi Indonesia dan juga isu tentang Ukrania. 

Salah satu poin yang dikupas adalah posisi Indonesia sebagai satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G20. Pada kesempatan itu, Damos Dumoli Agusman mengatakan, dengan posisi ini Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam hal pemulihan ekonomi global. 

“Selain itu, Indonesia di G20 dapat menunjukkan berbagai kemajuan yang telah dicapai kepada dunia dan menjadi titik awal pemulihan keyakinan pelaku ekonomi pasca pandemi, baik dari dalami dan luar negeri,” paparnya. 

Terakhir, lulusan dari Goethe University of Frankfurt ini menyebutkan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia.  Tantangan tersebut di antaranya dalam hal transformasi digital yang melahirkan digital talent gap yang perlu ditangani. Selain itu juga tentang sustainable energy transition yang memerlukan upaya inovatif seperti green bonds dan komitmen dana investasi untuk mendukung proyek energi terbarukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar