Hadapi Normal Baru, Kembangkan Usaha Manfaatkan Medsos

KBRN, Semarang : Lina Gunawan Salon berbagi tips membangun usaha ditengah pandemi Covid-19. Dalam usaha salon, menjaring pelanggan baru merupakan salah satu sasaran. Upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan media sosial (medsos). 

"Zaman sudah berubah, pelaku usaha termasuk salon harus punya konten untuk menjaring tamu baru. Tak lagi berlomba-lomba pasang iklan berbayar, tapi bisa aktif di medsos, ada Instagrak, Facebook, dan WhatsApp," kata narasumber webinar Lina Gunawan, pemilik Lina Gunawan Salon. 

Webinar yang diselenggarakan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini dimoderatori Lydia Katarina dari Lydia Beauty Salon. 

Menurut Lina, salonnya terkadang juga melakukan upaya promosi untuk menjaring pelanggan baru. Misalnya, salon ulang tahun ke-40, lalu diadakan diskon 40 persen untuk pelayanan salon. "Penting usaha bagaimana caranya. Karena satu salon kalau tidak ada tamu baru, bisa diukur umurnya sampai berapa lama," ungkapnya.  

Pihaknya menegaskan, semua orang tidak tahu pandemi Covid-19 akan berlangsung sampai kapan. Kuncinya, pelaku usaha harus kreatif memanfaatkan medsos. Pandemi dinilainya membuat pelaku usaha juga harus menjalani hidup baru. Usaha harus menerapkan protokol kesehatan, untuk menjaga kepercayaan pelanggan. 

"Misal mau pakai alat make up, disteril dulu, pelayanan gunting rambut pakai APD (alat pelindung diri-red), dan sisir juga disteril. Buat video, unggah ke medsos," tandasnya. Pelaku usaha juga penting masuk ke komunitas dan menentukan segmen usaha masuk ke kalangan atas, menengah, atau kebawah. 

Menurut Lina, jadikan pesaing teman bukan sebagai lawan yang harus dimusuhi. Dengan demikian, jika ada ilmu baru, bisa ditanya sambil dipelajari untuk pengembangan usaha. Tidak ada masalah dengan pesaing. Tanpa pesaing, pelaku usaha malah akan tidur nyenyak, dan tak tahu perkembangan, yang imbasnya bisa membuat bisnis punah. 

Dia menjelaskan, pelatihan juga penting diikuti pegawai senior. Selanjutnya, pegawai senior giliran membagikan ilmu pelatihan ke staf lainnya.

Sebagaimana diketahui, PPK FT Unnes adalah kegiatan pengabdian Kepada Masyakat dari Kementerian Mendikbud-Ristek yang diketuai oleh Ahmad Mustamil Khoiron SPd MPd yang beranggotakan Samsudin Anis, ST MT PhD, Dr Adhi Kusumastuti MT dan Virgiawan Adi Kristianto SPd MPd MEd. 

Kegiatan Pelatihan Wirausaha Mahasiswa ini bertemakan Managemen Pengembangan Produk Terkait Analisis Kategori "Menarik" dan Analisis Pesaing dalam Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru. PPK meliki tenant sebanyak 20 usaha mahasiswa yang terdiri dari usaha di bidang kuliner, jasa salon, makeup, produk busana, dan produk kerajinan. 

Kegiatan PPK meliputi, pelatihan wirausaha, pendampingan dan evaluasi usaha, pemberian dana stimulus berwirausaha, dan melakukan study banding ke para pelaku usaha UMKM yang sesuai dengan usaha para tenant.

Khoiron selaku Ketua PPK menyampaikan, wirausaha muda harus mampu menjadi pioneer dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat, dengan adanya program pengembangan kewirausahaan para tenant harus mampu melakukan percepatan dalam melakukan ekspansi usaha yang dilakukan. "Dalam meghadapi kebiasaan baru para wirausaha muda diharapkan mampu menjawab tantangan dimassa transsisi pada saat ini," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00