Sapi Mati Mendadak, Disnakkan Grobogan Lakukan Investigasi

KBRN, Grobogan : Menindaklanjuti banyaknya sapi yang mati diduga terinfeksi PMK di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan melakukan investigasi, Rabu (6/7/2022). Bersama tim dari Balai Besar Verteniter Wates, mengambil sempel untuk mendiagnosa penyakit yang diderita ternak di desa tersebut. Setiap hewan ternak diambil darah dan air liurnya untuk diperiksa di laboratorium. 

"Data yang kita peroleh, ada 31 ternak sapi yang mati. Maka, kita ambil sempel untuk mengkonfirmasi secara pasti penyakit yang diderita ternak tersebut," jelas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Riyanto. 

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya berpesan kepada warga, jika ada ternak yang bergejala PMK agar segera lapor ke petugas kesehatan yang berkompeten, yakni dari Puskeswan Geyer. 

"Jangan lapor ke petugas dari kabupaten tetangga. Kalau cepat lapor, insyaallah segera dapat pertolongan, jangan sampai telat lapornya. Tidak menjual hewan yang sakit, nanti dampaknya menular kemana-mana. Apalagi membeli dari luar daerah, riskan membawa virus PMK," tegasnya. 

Ia mengingatkan untuk tidak mendekat jika ada hewan ternak tetangga yang mati. Pasalnya mudah menularkan virus PMK. 

"Jika ada hewan ternak yang mati jangan jadikan tontonan. Nanti pulang ke rumah, ternak di rumah yang semula sehat akan tertular. Penularan gampang banget," ujarnya. 

Ia menambahkan, pada saatnya jumlah vaksin PMK cukup, seluruh hewan ternak di Kabupaten Grobogan akan divaksinasi. 

"Vaksinasi tahap 1 di Kabupaten Grobogan baru 5.000 dosis yang dibagikan ke 20 desa di 10 kecamatan. Vaksinasi merupakan pilihan terbaik untuk menangkal PMK," katanya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar