Delapan Ekor Sapi Ditemukan Terpapar PMK

KBRN, Kudus : Delapan dari sembilan ekor sapi milik para peternak di Kudus, dari hasil laborat positif mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK). Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Ir Sunardi melalui Kabid Peternakan, Agus Setiawan sembilan hewan sapi yang diambil sampel darahnya untuk dilaboratkan itu berasal dari Dukuh Kambangan, Desa Menawan (Kecamatan Gebog), Desa Ternadi (Dawe) serta Desa Karangbener (Bae).

“Kami melakukan pengambilan sampel itu setelah sapi – sapi milik peternak itu setelah mengalami gejala seperti terserang PMK. Lalu kami melakukan uji laborat dan didapati terdapat delapan dari sembilan sapi positip terserang PMK,” tutur Agus Setiawan diruang kerjanya, Selasa (24/5/2022).

Delapan ekor sapi yang terpapar PMK itu, terdapat di Desa Menawan (Gebog) 1 ekor, Desa Ternadi (Dawe) 1 ekor serta di Desa Karangbener (Bae) 6 ekor. Untuk sapi – sapi yang terpapar PMK itu kata dia, sudah dilakukan isolasi dan kini kondisinya sudah berangsur – angsur membaik. Untuk itu pihaknya juga melakukan pendampingan karena sapi – sapi yang terpapar PMK yang disebabkan oleh virus ini, penularannya sangat cepat.  

“Dari keterangan peternak di Dukuh Kambangan Desa Menawan, sapi yang  terpapar PMK itu baru saja dibeli dari peternak di Desa Rahtawu. Kami juga sudah melakukan pelacakan ke Desa Rahtawu. Dari keterangan peternak di desa tersebut, sapinya sudah dipotong. Karena dari awal memang akan dipotong. Peternak itu sendiri mengaku, sebelumnya membeli sapi dari Sukolilo Pati ,” ujar Agus.

Pihaknya juga sudah meminta kepada para peternak di Kudus, bila ada kondisi klinis pada hewan ternaknya agar segera melapor ke Dinas Pertanian agar segera dilakukan tindakan untuk mencegah penyebaran PMK.

Sementara itu Bupati Kudus, HM Hartopo usai melantik delapan kades baru menegaskan agar Dinas Pertanian dan Pangan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terkait PMK.

“Saya minta agar Dinas Pertanian untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan dilapangan secara intensif. Ternak milik peternak agar terus dilakukan pengawasan bila memang ada kasus PMK di Kudus. Saya belum menerima laporan adanya delapan hewan ternak milik peternak yang terserang PMK mas,” kata Hartopo. (RK)    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar