Vaksin Johnson & Johnson Sudah Digunakan di Magelang

KBRN, Magelang : Masyarakat dari 12 desa di  Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, antusias mengikuti vaksinasi  yang dilaksanakan Balai Kesehatan Masyarakat (Bakelmas) Wilayah Magelang.

Untuk mengantisipasi adanya kerumunan, pelaksanaan vaksinasi tersebut masing-masing desa dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan vaksin yang digunakan berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi sebelumnya, yakni menggunakan vaksin Johnson & Johnson ( Jansen).

“Penggunaaan vaksin Johnson & Johnson ini merupakan yang pertama kali dilakukan di wilayah Kabupaten Magelang, sehingga animo masyarakat cukup tinggi,” kata Kepala Bakelmas Wilayah Magelang,  dr Retno Mratihatani di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jumat (3/12/2021).

Retno mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi tersebut cukup tinggi karena untuk vaksin Johnson & Johnson hanya satu kali suntik saja, sehingga masyarakat lebih suka memilih yang satu kali suntik.

Ia menambahkan, selama  pada pelaksanaan vaksinasi dengan vaksin Johnson & Johnson di beberapa daerah seperti Cilacap, Kebumen, Wonosobo  dan lainnya, pihaknya belum pernah mendapatkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dengan menggunakan vaksin Covid-19 asal Belanda tersebut.

“Selama ini belum pernah ada kasus KIPI dalam vaksinasi dengan menggunakan vaksin Jansen. Yang penting, yang akan vaksin harus banyak istirahat dan  juga lebih dulu sarapan,” katanya.

Kepala Puskesmas Tempuran dr Yenni Suryaningtyas menambahkan, pada pelaksanaan vaksinasi tersebut  vaksinator yang disiapkan sebanyak delapan orang dan 12 orang lainnya  bertugas untuk meng-input data.

“Penyuntikan vaksin selain di dalam bus layanan vaksinasi juga dilakukan di ruangan Kantor Kecamatan Tempuran. Karena,  di dalam bus layanan vaksinasi milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah hanya mampu  menampung dua vaksinator saja,” kata Yenni.

Menurutnya, kuota  vaksin yang disediakan pada vaksinasi massal tersebut sebanyak 1.000 dosis dan vaksin tersebut hanya satu kali suntikan.

Ia menjelaskan, vaksin dari Belanda tersebut diperuntukkan bagi warga dengan usia di atas 18 tahun dan  aman untuk lansia. Dan, penggunaan vaksin Jansen tersebut merupakan pertama kali digunakan di Kabupaten  Magelang.

“Perbedaan antara vaksin Jansen dengan vaksin-vaksin lainnya,  untuk vaksin Jansen hanya disuntikan sekali saja. Sedangkan persamaannya , yakni efek setelah dilakukan penyuntikan akan terjadi sedikit pegal-pegal di sekitar tubuh yang disuntik. Dan efek tersebut hampir sama dengan vaksin Sinovac,” ujarnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar