Hasil Monitoring Limbah PG GMM, Kategori Non B3

KBRN, Blora : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora melakukan monitoring Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM).

Monitoring ini sebagai tindak lanjut dari PP 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup limbah B3 yang dihasilkan dari selain fasilitas Stoker Boiler dan Tungku Industri.

Plt Kadinkes DLH Blora, Sugiyono mengatakan, hasil monitoring petugas menyebut, jika limbah yang dihasilkan PG GMM termasuk kategori lebah non B3. 

"Bahwa hasil monitoring yang dilakukan, PG GMM tidak menggunakan Stocker Boiler maupun Tungku Industri, tetapi menggunakan sistem Fluidized Bed Boiler. Jadi bisa dikatakan kalau Limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan oleh PG GMM termasuk kategori Limbah Non B3," terang Sugiyono, Senin (12/4).

Meski termasuk kategori Limbah Non B3, namun PG GMM, kata Sugiyono, harus tetap memenuhi standar pengelolaan dan persyaratan teknis yang sudah ditetapkan.

"Limbah Non B3 FABA yang dihasilkan oleh PG GMM bisa dimanfaatkan dengan mempertimbangkan ketersediaan teknologi, standar produk yang sudah ditetapkan dan baku mutu lingkungan hidup," ucapnya. 

Terpisah, Plt Direktur Utama PG GMM, Ihsan, menjelaskan, meski dikatakan tidak termasuk katagori limbah B3, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Pemkab Blora untuk pengelolaannya dan akan mematuhi semua aturan yang berlaku.

"Kami sebagai anak perusahaan BUMN harus bisa menjadi contoh kepada pabrik pabrik lainnya yang taat terhadap aturan aturan," ucapnya. (Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00