KONI Semarang Raya Berupaya Wujudkan Prestasi Dunia

Segara Seni menyarankan, pengurus olahraga di masing-masing daerah tidak berpikir atau berorientasi lokal. Orientasi ini penting demi mewujudkan visi menuju prestasi dunia.

“Kami sepakat, ini sifatnya paguyuban. Bagaimana membangun, bertukar ilmu untuk membangun prestasi yang bermartabat,” imbuhnya.

Seharusnya masing-masing wilayah punya peta pembangunan olahraga. Misalnya, Kabupaten Demak punya potensi atlet dayung. Kota Semarang ada olahraga karate, kemudian Kota Salatiga punya potensi atletik.

“Peta seperti ini harus dikelola dengan baik. Kami pun mestinya selalu berpikir global, jangan berpikir lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Andreas Budi Wirohardjo berbagi pengalaman terkait komitmen dari seseorang ketika mengurus sebuah organisasi olahraga. Menurutnya, di olahraga ada empat pelaku yaitu pengurus, pelatih, wasit, dan atlet.

“Dari sini saya mencoba untuk memahami, ternyata bahwa organisasi yang tingkat pengurus provinsi itu sangat sudah ketinggalan zaman. Maka teman-teman KONI kabupaten/kota setidaknya harus mulai meneliti ulang kepengurusan atau organisasi olahraga di wilayahnya. Karena itu berpengaruh untuk ke depannya,” ungkap Andreas.

Sejalan dengan gagasan yang dilakukan di cabang olahraga gulat, dirinya selanjutnya membuat berbagai even. Setidaknya ada kegiatan tiga kali dalam setahun.

“Kalau teman-teman ingin untung di even olahraga, ya jangan cari untung untuk pribadi. Itu yang penting,” pintanya.

Di akhir kegiatan, masing-masing pengurus dan perwakilan KONI Semarang Raya sepakat dan menandatangani enam poin hasil sarasehan. Meliputi  dibentuk Paguyuban Semarang Raya, sama-sama memperjuangkan anggaran berbasis program.

Kemudian mewujudkan kesinambungan silarurahmi di lingkup Semarang Raya, tidak ada jual beli atlet dan membunuh atlet, dan mengadakan Pekan Olahraga Semarang Raya dua tahun setelah Pekan Olahraga Provinsi, serta mewujudkan manajemen even organisasi dengan melaksanakan manajemen sponsor terbuka.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00