Rutan Batang Beri Kesempatan WBP Jadi Atlet Angkat Beban

KBRN, Batang : Rutan Kelas IIB Batang menggelar lomba angkat beban untuk mengukur dan membentuk kekuatan fisik, serta memberi kesempatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menjadi atlet setelah mereka bebas.

Selama ini, para WBP diberikan kesempatan bagi yang memiliki bakat untuk membentuk otot, dengan rutin mengikuti latihan di ruang fitnes dalam lingkungan Rutan.

Kepala Rutan Batang, Rindra Wardhana menyampaikan, mereka yang selama ini mengikuti latihan fitnes, tetap mendapat pendampingan dari pihak Rutan, termasuk pelatih dari Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI).

“Kami tetap pantau dan memotivasi mereka, termasuk berencana mengundang atlet angkat besi nasional, Eko Yuli, untuk memotivasi WBP berbakat, agar makin bersemangat mengasah kemampuannya, sehingga meraih kesuksesan di kemudian hari,” terangnya, saat menyaksikan lomba Squat Challenge, di aula Rutan Kelas IIB Kabupaten Batang, Sabtu (16/10/2021).

Ia optimis semua WBP memiliki potensi untuk menjadi atlet angkat besi, selama ada kesempatan dan semangat tinggi untuk berlatih.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri WBP dalam mengikuti perlombaan, Rutan Batang mengundang dewan juri dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pasuruan dan Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Batang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Atlet KONI Kota Pasuruan, Joko Listiyono mengungkapkan, mayoritas WBP yang mengikuti perlombaan angkat beban memiliki potensi yang cukup untuk masuk menjadi atlet.

“Ada peserta yang mampu mengangkat beban seberat 85 kilogram di angkatan kedua dan kami akan melihat sampai seberapa berat beban yang mampu mereka angkat hingga angkatan ketiga,” ungkapnya.

Ia menyarakan, bagi mereka yang ingin menjadi atlet angkat beban harus memiliki kedisiplinan tingkat tinggi, konsisten berlatih, pola makan sehat dan istirahat yang cukup.

“Berlatihnya itu tidak seperti kebanyakan orang yang hanya sekedarnya saja, tapi harus ada rutinitas yang harus dia lakukan. Kalau orang umum hanya 3 kali latihan dalam seminggu, tapi calon atlet harus bisa latihan 14 kali dengan beban yang diangkat bisa fluktuatif, tergantung kondisi tubuh,” bebernya.

Ia menambahkan, perkembangan atlet angkat besi di Indonesia sangat baik.

“Buktinya atlet-atlet yang ikut di PON XX Papua kader-kadernya sangat banyak, tinggal pemerintah lebih intensif untuk melakukan pembinaan. Semoga dari WBP Rutan Batang bisa ikut berpartisipasi jadi atlet, nanti akan kami berikan pendampingan khusus,” harapnya.

Ketua PBFI Batang, Beno mengapresiasi semangat WBP Rutan Batang karena kedepan bisa menjaring atlet-atlet berpotensi.

“Pesertanya dari kalangan pemula semua jadi belum tahu kekuatan fisik beban yang mampu mereka angkat,” ujarnya.

Ia memastikan, bagi WBP yang memiliki keinginan dan bakat untuk menjadi atlet angkat besi, dapat dIlakukan pendampingan melalui kaderisasi lewat perlombaan ini.

“Dulu Batang punya atlet angka besi binaan kami, tapi sekarang sudah tidak ada. Jadi kami sedang mencari bibit baru yang mau dilatih menjadi atlet mewakili Kabupaten Batang,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00